Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah, Kuartal II 2026 Tembus Rp8.062 Triliun

Published August 18, 2026 · Updated August 18, 2026 · By Betty Wilson - beritasosial.com

Foto : Betty Wilson - beritasosial.com

Posisi Utang Luar Negeri RI Capai USD453,4 Miliar pada Kuartal II 2026

Beritasosial.com – JAKARTA — Data terbaru yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan bahwa total utang luar negeri (ULN) Indonesia pada periode April–Juni 2026 mencapai USD453,4 miliar, setara dengan Rp8.062 triliun pada kurs Rp17.783 per dolar AS. Secara tahunan, angka tersebut tumbuh 4,4% (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

ULN Pemerintah Tumbuh Lebih Terkendali

Pada kuartal II 2026, posisi ULN pemerintah tercatat USD216,3 miliar dengan laju pertumbuhan 2,9% (yoy). Angka ini melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang mencatat pertumbuhan 3,8% (yoy). Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh arus masuk dana ke Surat Berharga Negara (SBN), yang mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi domestik.

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah," ungkap Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam keterangannya pada Selasa (18/8/2026).

Denny menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal. Ia menambahkan bahwa kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang akan dipenuhi tepat waktu, sementara pengelolaan ULN dilakukan secara pruden, terukur, dan fleksibel demi efisiensi pembiayaan.

"Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal."

Dari sisi sektor ekonomi, dana ULN pemerintah dialokasikan antara lain untuk Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,0%), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,6%), Jasa Pendidikan (16,2%), Konstruksi (11,5%), serta Transportasi dan Pergudangan (8,5%). Mayoritas ULN pemerintah berjangka panjang, sehingga posisinya dinilai relatif aman dan terkendali.

Komponen Bank Sentral dan Kontraksi Sektor Swasta

Peningkatan ULN bank sentral pada periode ini terutama dipicu oleh bertambahnya kepemilikan non-residen atas instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah tersebut sejalan dengan operasi moneter pro-market serta upaya menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang kembali menguat.

"Sementara itu, peningkatan ULN bank sentral terutama didorong oleh kenaikan kepemilikan non-residen terhadap instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak ketidakpastian global yang kembali meningkat."

Di sisi lain, ULN swasta melanjutkan tren kontraksinya. Posisi ULN swasta pada kuartal II 2026 tercatat USD194,6 miliar, menyusut 0,6% (yoy) — lebih landai dibanding kontraksi 1,3% (yoy) pada kuartal sebelumnya. Kontraksi ini terutama berasal dari kelompok lembaga keuangan (financial corporations) yang mencatat penurunan 3,4% (yoy), membaik dari kontraksi 6,3% (yoy) di kuartal I 2026.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terkonsentrasi pada Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian, dengan total pangsa 79,4% dari keseluruhan ULN swasta. Dari sisi tenor, utang jangka panjang masih mendominasi dengan porsi 75,7%.

Struktur ULN Nasional Tetap Sehat

Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia turun menjadi 30,6% pada kuartal II 2026. Ditambah dominasi ULN jangka panjang yang mencapai 82,1% dari total ULN, struktur keseluruhan dinilai tetap sehat berkat penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Bank Indonesia dan Pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi pemantauan perkembangan ULN secara berkelanjutan. Peran ULN akan terus dioptimalkan guna menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan meminimalkan risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas perekonomian.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah?

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah matter?

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.