Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Beberkan Kerjaan PT DSI: Awasi 6.500 Transaksi Ekspor Komoditas, Devisa Tambah Rp89 T

Published August 14, 2026 · Updated August 14, 2026 · By Mark Moore - beritasosial.com

Foto : Mark Moore - beritasosial.com

Prabowo Beberkan Kerjaan PT DSI: 6.500 Transaksi Ekspor

Beritasosial.com – Prabowo Beberkan Kerjaan PT DSI — Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengungkap kinerja PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang telah berhasil memantau kurang lebih 6.500 transaksi ekspor komoditas. Pencatatan komprehensif ini mencakup periode dua belas hari hingga dua bulan sejak lembaga tersebut resmi mulai beroperasi pada tanggal 1 Juni 2026. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan devisa negara melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas perdagangan internasional.

Sesuai dengan informasi yang disampaikan langsung oleh Kepala Negara, kinerja PT DSI selama enam bulan awal menjalankan fungsi monitoring aktivitas ekspor telah menghasilkan penambahan devisa sebesar USD5 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp89,17 triliun. Penambahan devisa ini bersumber dari penemuan ketidaksesuaian antara harga jual dan pembayaran devisa yang masuk dari hasil ekspor komoditas nasional. Mekanisme pengawasan ini memungkinkan pemerintah mengidentifikasi potensi kebocoran devisa yang selama ini terjadi.

"Lebih dari 6.500 transaksi ekspor tiga komoditas telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan USD5 miliar (setara Rp88,8 triliun) hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, dari pembayaran devisa hasil ekspor," ujarnya dalam acara Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Contoh Kasus CPO dan Jangkauan Pengawasan

Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan ilustrasi konkret mengenai transaksi minyak kelapa sawit (CPO) yang menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Harga CPO di Bursa CPO Rotterdam, Belanda, tercatat sebesar Rp27.000 per kilogram. Sebaliknya, harga yang ditawarkan oleh pelaku usaha di dalam negeri hanya Rp15 ribu per kilogram. Presiden menekankan bahwa meskipun di Belanda tidak terdapat satu hektar pun kebun kelapa sawit, nilai komoditas kita sesungguhnya hilang hampir separuh. Fenomena ini menunjukkan adanya potensi kerugian devisa yang sangat signifikan.

PT DSI sejauh ini telah melaksanakan pengawasan di minimal 50 pelabuhan yang tersebar di 25 provinsi di seluruh Indonesia. Fokus pengawasan mencakup tiga komoditas utama, yakni CPO, batubara, dan ferro aloy. Ke depan, target yang ditetapkan adalah memperluas cakupan komoditas yang akan ditangani DSI guna meningkatkan efisiensi penerimaan negara. Perluasan ini akan mencakup berbagai sektor ekonomi yang memiliki potensi ekspor besar.

Selain itu, dalam enam minggu beroperasi, DSI berhasil menghimpun devisa mencapai USD10,5 miliar. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan lembaga baru tersebut terhadap perekonomian nasional sejak awal berdirinya. Dengan mekanisme pengawasan yang terintegrasi, DSI mampu mengidentifikasi setiap transaksi ekspor yang mengalami ketidaksesuaian harga dan pembayaran devisa.

Strategi Jangka Panjang PT DSI

Sebagai lembaga yang baru berdiri, PT DSI memiliki visi untuk menjadi pusat pengawasan ekspor yang komprehensif. Strategi jangka panjang mencakup pengembangan sistem teknologi informasi untuk memantau setiap transaksi secara real-time. Selain itu, DSI juga akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan transparansi dalam setiap aktivitas ekspor.

Pres Prabowo Subianto optimis bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat, Indonesia dapat meningkatkan penerimaan devisa secara signifikan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Dengan target yang jelas dan mekanisme pengawasan yang efektif, DSI diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga pengawasan ekspor di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang PT DSI

Apa itu PT DSI? PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) adalah lembaga baru yang didirikan untuk memantau dan mengawasi transaksi ekspor komoditas Indonesia guna meningkatkan penerimaan devisa negara.

Berapa banyak transaksi yang telah diawasi PT DSI? Sesuai dengan data yang disampaikan Presiden, PT DSI telah memantau kurang lebih 6.500 transaksi ekspor komoditas dalam periode dua belas hari hingga dua bulan sejak beroperasi.

Berapa nilai penambahan devisa yang berhasil dihimpun? PT DSI berhasil menambahkan devisa sebesar USD5 miliar atau setara dengan Rp89,17 triliun melalui penemuan ketidaksesuaian harga jual dan pembayaran devisa.

Komoditas apa saja yang menjadi fokus pengawasan? Tiga komoditas utama yang menjadi fokus pengawasan PT DSI adalah minyak kelapa sawit (CPO), batubara, dan ferro aloy.

Di berapa pelabuhan PT DSI melaksanakan pengawasan? PT DSI telah melaksanakan pengawasan di minimal 50 pelabuhan yang tersebar di 25 provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kinerja PT DSI, pembaca dapat mengunjungi [halaman resmi PT DSI](https://ekbis.sindonews.com) atau membaca artikel terkait tentang [program devisa nasional](https://ekbis.sindonews.com) di situs yang sama.

Related Reading