Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Prakarsa Bagja Juara

Published Agustus 8, 2026 · Updated Agustus 8, 2026 · By Betty Wilson - beritasosial.com

Foto : Betty Wilson - beritasosial.com

Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular via Program Bagja Juara

Beritasosial.com – Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini menjadi salah satu wilayah prioritas dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang digenjot oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat. Melalui Fuel Terminal Cikampek, perusahaan energi nasional ini menginisiasi Program Prakarsa Bagja Juara yang menyatukan berbagai aspek pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan sampah, pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, serta pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi pilar utama dalam program ini. Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi melalui pendekatan holistik yang melibatkan masyarakat lokal, pesantren, dan petani setempat.

Kolaborasi dengan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan

Kerjasama antara Pertamina Patra Niaga dan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan telah dimulai sejak tahun 2024. Program ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni Al-Qur'an, literasi digital, dan kecakapan bertani yang dikenal sebagai Santri Tangguh. Melalui inisiatif Eco-Agro Santri, pesantren berhasil menghasilkan sekitar 250 kilogram sayuran setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para santri.

Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga kami dapat mengembangkan Eco-Agro Santri. Program ini tidak hanya membekali santri dengan pendidikan agama, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, pertanian, dan kemandirian.

— Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Jaenal Apip

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa, pada Jumat (7/8/2026). Pesantren juga telah mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pertanian. Selain itu, limbah organik dari dapur diolah menjadi biogas yang berfungsi sebagai energi alternatif untuk memasak di kantin pesantren.

Inovasi Bank Jerami dan Dampak Lingkungan

Salah satu terobosan penting dari Program Prakarsa Bagja Juara adalah Bank Jerami. Skema ini memungkinkan petani menukar jerami yang sebelumnya dibakar setelah panen dengan berbagai bantuan. Jerami dapat ditukar dengan pupuk, air hasil pengolahan reverse osmosis, atau bantuan biaya pemasangan sambungan baru Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Rata-rata 2 hingga 3 ton jerami per musim panen telah berhasil dikelola melalui skema ini. Inisiatif tersebut secara langsung mendorong pesantren untuk berperan aktif dalam penguatan ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi sirkular. Pertamina Patra Niaga juga melakukan lifting perdana BBM B50 dari Kilang Kasim dan Plaju sebagai bagian dari komitmen energi terbarukan.

Dampak Ekonomi Sirkular bagi Masyarakat Lokal

Program Prakarsa Bagja Juara tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Karawang. Melalui skema pertukaran jerami, petani mendapatkan insentif tambahan yang meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik menciptakan peluang usaha baru di sekitar pesantren.

Pendekatan ekonomi sirkular ini sejalan dengan visi Pertamina Patra Niaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program ini menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara sektor energi, pertanian, dan sosial. Komitmen ini menunjukkan bahwa Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi melalui berbagai inisiatif yang terintegrasi dan berdampak luas.

FAQ: Program Prakarsa Bagja Juara

Apa itu Program Prakarsa Bagja Juara? Program Prakarsa Bagja Juara adalah inisiatif PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan pemanfaatan energi terbarukan di Kabupaten Karawang.

Bagaimana cara kerja Bank Jerami? Bank Jerami memungkinkan petani menukar jerami hasil panen dengan berbagai bantuan seperti pupuk, air bersih, atau subsidi sambungan Pamsimas. Rata-rata 2-3 ton jerami per musim panen berhasil dikelola melalui skema ini.

Apa saja pilar utama program ini? Program ini memiliki tiga pilar utama, yaitu Al-Qur'an, literasi digital, dan kecakapan bertani yang dikenal sebagai Santri Tangguh. Selain itu, terdapat juga fokus pada pengelolaan sampah dan energi terbarukan.

Berapa banyak sayuran yang dihasilkan Eco-Agro Santri? Melalui inisiatif Eco-Agro Santri, Pondok Pesantren Hidayatul Burhan berhasil menghasilkan sekitar 250 kilogram sayuran setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para santri.

Bagaimana peran PLTS dalam program ini? Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di pesantren telah dioptimalkan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pertanian, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.

Related Reading