Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Krisis BBM di Rusia Kian Parah, 7 dari 10 SPBU Kehabisan Bensin

Published August 20, 2026 · Updated August 20, 2026 · By Betty Wilson - beritasosial.com

Foto : Betty Wilson - beritasosial.com

Beritasosial.com – MOSKOW - Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Rusia semakin memburuk setelah serangkaian serangan pesawat nirawak Ukraina menghantam infrastruktur energi negara tersebut. Ketersediaan bensin pada Rabu hanya tercatat di sekitar tiga dari 10 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sementara antrean mulai terjadi di Moskow untuk pertama kalinya. Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui serangan terhadap infrastruktur energi telah menimbulkan kerugian bagi negaranya, meski ia menilai dampaknya masih dalam kategori tidak kritis.

"Tidak ada konsekuensi kritis dari serangan semacam itu, belum ada dan tidak mungkin ada. Namun, serangan tersebut tentu saja menimbulkan kerugian bagi kami; itu jelas, kami memahami dan melihatnya," kata Putin, seperti dikutip dari Euronews, Kamis (20/8/2026). Picu Banyak Perang, Jenderal Rusia Ini Sebut Israel Bisa Lenyap Berdasarkan aplikasi pemantau Gdebenz, bensin hanya tersedia di 28% SPBU di seluruh Rusia pada Rabu, turun dari 41% sepekan sebelumnya.

Pembatasan pembelian BBM, mulai dari pembatasan volume per transaksi, sistem penjatahan berbasis kode QR hingga skema pelat nomor ganjil-genap, telah diterapkan di hampir seluruh wilayah Rusia. Di Moskow, sejumlah jaringan SPBU juga mulai membatasi pembelian. SPBU Gazprom Neft menetapkan batas sementara 40 liter untuk setiap transaksi, sedangkan Tatneft membatasi pembelian bensin hingga 50 liter dan solar 60 liter.

Layanan Yandex Fuel bahkan menunjukkan bensin AI-92 hanya tersedia di sekitar satu dari 10 SPBU di ibu kota. Krisis tersebut berkaitan erat dengan kampanye serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia. Hingga awal Juli, seluruh kilang minyak utama Rusia dilaporkan telah menjadi sasaran serangan, sementara hampir selusin fasilitas energi lainnya kembali diserang pada dua pekan pertama Agustus, termasuk fasilitas Yaroslavnefteorgsintez di Yaroslavl, dua kilang di Bashkortostan, serta infrastruktur ekspor di pelabuhan Ust-Luga.

Majalah Forbes Rusia menghitung kapasitas kilang yang mengalami kerusakan kini mencapai 54% dari total kapasitas pengolahan minyak nasional. Produksi bensin harian Rusia pada Juli turun menjadi sekitar 75.000-80.000 ton, sementara kebutuhan pada musim panas mencapai 115.000-120.000 ton per hari, sehingga terjadi defisit sekitar 35%. Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar dunia, Rusia sebenarnya memiliki sejumlah alternatif untuk mengatasi kekurangan pasokan domestik.

Pemerintah pada Juli melarang ekspor bensin dan solar serta meningkatkan impor melalui jalur kereta dari Belarus, Kazakhstan, dan untuk pertama kalinya Maroko. Namun, sebagian pasokan impor belum sampai ke konsumen karena perbedaan harga. Sumber industri Rusia yang dikutip portal InfoTEK menyebut sejumlah besar bensin dari India dan Maroko tertahan di Murmansk karena pemasok meminta harga 110.000-130.000 rubel per ton, sedangkan regulator negara menetapkan harga di bawah 78.000 rubel.

Ketergantungan terhadap Belarus juga menjadi tantangan tersendiri. Belarus memasok 212.000 ton bensin dan 162.000 ton solar ke Rusia pada Juli, tetapi kilang Novopolotsk dijadwalkan menjalani pemeliharaan pada September sehingga berpotensi memperlebar kesenjangan pasokan. Utang AS Meledak Tembus Rekor Rp707.154 Triliun, Sinyal Bahaya Ekonomi Global Berbunyi Harga BBM ritel Rusia pun terus meningkat.

Data resmi menunjukkan harga bensin naik 7,4% pada paruh pertama 2026 menjadi rata-rata 70 rubel per liter, sementara harga solar meningkat lebih dari 12%; di sejumlah wilayah, warga melaporkan harga bensin telah menembus 100 rubel per liter. Untuk meredam gejolak, Kremlin memerintahkan Layanan Antimonopoli Federal memperketat pengawasan harga. Lembaga tersebut pada Rabu menyatakan telah membuka 41 perkara terhadap perusahaan minyak terkait dugaan pelanggaran, sementara pemerintah juga mengambil langkah kontroversial dengan kembali mengizinkan produksi, impor, dan penjualan bensin Euro-2, Euro-3, dan Euro-4 selama hampir satu tahun.

Krisis BBM turut memicu ketegangan di tingkat masyarakat. Sejumlah warga yang menyampaikan keluhan mengenai kelangkaan bensin di muka umum bahkan ditahan atau dikenai sanksi, termasuk lima warga Volgograd yang merekam video keluhan terkait perbedaan perlakuan antara pejabat dan masyarakat dalam mendapatkan BBM. (nng)

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Krisis BBM di Rusia Kian Parah 7?

Krisis BBM di Rusia Kian Parah 7 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Krisis BBM di Rusia Kian Parah 7 matter?

Krisis BBM di Rusia Kian Parah 7 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.