Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IHSG Sepanjang September 2026 Ambles 6,96%, Aksi Jual Asing Tembus Rp10,24 Triliun

Published Oktober 5, 2026 · Updated Oktober 5, 2026 · By Anthony Smith - beritasosial.com

Foto : Anthony Smith - beritasosial.com

IHSG Melemah Tajam pada September 2026, Dana Asing Catat Penjualan Bersih Rp10,24 Triliun

Beritasosial.com – Pasar saham Indonesia menutup September 2026 dengan tekanan yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di posisi 6.071,14, turun 6,96% dibandingkan penutupan bulan sebelumnya. Pada saat yang sama, investor asing membukukan penjualan bersih di pasar saham senilai Rp10,24 triliun.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen global kembali menjadi faktor penting bagi pasar domestik. Kenaikan volatilitas keuangan dunia, ketegangan geopolitik yang meningkat, serta kenaikan suku bunga global menjadi rangkaian risiko yang membebani keputusan investor sepanjang bulan tersebut.

Volatilitas Global Membayangi Pasar Domestik

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa perubahan kondisi internasional mendorong pergerakan saham Indonesia menjadi lebih dinamis selama September 2026.

“Oleh karena itu, pasar saham domestik bergerak dinamis pada September 2026 seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global yang dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik dan kenaikan suku bunga global,” ujar Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September, Senin (5/10/2026).

Dalam situasi pasar yang bergejolak, investor cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko, termasuk saham. Arus jual oleh investor asing sebesar Rp10,24 triliun menjadi salah satu gambaran tekanan yang dialami bursa selama September.

Penurunan IHSG sebesar 6,96% secara bulanan juga menandai periode yang menantang bagi pelaku pasar. Fluktuasi indeks tidak hanya mencerminkan perubahan harga saham individual, tetapi juga respons pasar terhadap berbagai risiko yang berkembang di tingkat global.

Likuiditas Pasar Dinilai Tetap Terjaga

Meski indeks mengalami koreksi dan aliran dana asing menunjukkan posisi jual bersih, kondisi likuiditas pasar modal domestik masih dipandang dapat dikelola. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah rata-rata bid-ask spread saham, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual yang tersedia di pasar.

Bid-ask spread yang tidak melebar secara ekstrem dapat menjadi sinyal bahwa aktivitas transaksi dan kemampuan pasar dalam mempertemukan penjual dengan pembeli masih berjalan. Dalam kondisi pasar yang penuh tekanan, indikator ini penting karena mencerminkan efisiensi perdagangan serta ketersediaan likuiditas.

“Rata-rata bid-ask spread pasar saham tetap terjaga di level 1,2 persen, relatif stabil jika dibandingkan bulan sebelumnya di angka 1,17 persen,” katanya.

Angka 1,2% pada September hanya sedikit lebih tinggi dari 1,17% pada bulan sebelumnya. Stabilitas tersebut memberi konteks bahwa koreksi IHSG tidak serta-merta diikuti gangguan besar pada mekanisme perdagangan saham. Investor tetap dapat memantau pergerakan harga, volume transaksi, dan sentimen pasar secara cermat sebelum menentukan strategi investasi.

Pasar Obligasi Ikut Mengalami Moderasi

Tekanan selama September 2026 tidak terbatas pada saham. Pasar obligasi juga bergerak melemah, tercermin dari Indonesia Composite Bond Index (ICBI) yang ditutup pada level 439,05. Indeks obligasi tersebut turun 0,23% secara month-to-month.

Perbedaan besaran koreksi antara IHSG dan ICBI menunjukkan bahwa kedua instrumen menghadapi dinamika masing-masing, meski sama-sama berada dalam lingkungan keuangan global yang lebih bergejolak. Bagi pelaku pasar, perkembangan saham dan obligasi perlu dibaca secara bersamaan karena keduanya dapat mencerminkan perubahan persepsi risiko, arah suku bunga, serta kebutuhan likuiditas investor.

September 2026 pun menjadi pengingat bahwa pergerakan pasar tidak selalu ditentukan oleh faktor domestik semata. Ketegangan geopolitik dan kebijakan suku bunga di pasar global dapat memengaruhi arus modal, penilaian aset, dan tingkat kehati-hatian investor di Indonesia.

Dengan IHSG menutup bulan di 6.071,14 dan arus jual asing mencapai Rp10,24 triliun, perhatian pasar berikutnya tertuju pada kemampuan likuiditas domestik untuk tetap terjaga di tengah perubahan sentimen. Kondisi bid-ask spread yang relatif stabil menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa pasar masih memiliki daya tahan, meskipun tekanan harga selama September cukup signifikan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is IHSG Sepanjang September 2026 Ambles 6 96?

IHSG Sepanjang September 2026 Ambles 6 96 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does IHSG Sepanjang September 2026 Ambles 6 96 matter?

IHSG Sepanjang September 2026 Ambles 6 96 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.