Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Emas Dunia Diramal Tembus USD5.000, Logam Mulia Menuju Rp2,82 Juta per Gram

Published August 9, 2026 · Updated August 9, 2026 · By Anthony Smith - beritasosial.com

Foto : Anthony Smith - beritasosial.com

Proyeksi Harga Emas Dunia Diramal Tembus USD 5.000 per Troy Ounce

Beritasosial.com – Pasar logam mulia Indonesia sedang menghadapi periode optimis dengan proyeksi harga emas dunia yang diprediksi akan menembus level USD 5.000 per troy ounce. Prediksi ini disampaikan oleh Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat pasar uang terkemuka, yang melihat potensi signifikan pada kuartal ketiga tahun 2026. Faktor pendorong utamanya meliputi ketidakpastian geopolitik global dan pergeseran preferensi investor menuju instrumen safe haven.

Dinamika Geopolitik dan Pengaruh Minyak Mentah

Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait pengendalian Selat Hormuz, menjadi salah satu variabel krusial yang memengaruhi volatilitas harga emas. Selain itu, Ibrahim juga menyoroti kemungkinan penurunan harga minyak mentah sebagai katalis tambahan yang dapat mendorong aliran investasi ke emas.

"Kalau kita lihat kalau level USD 5.000 per troy ounce tercapai di kuartal ketiga, kemungkinan besar untuk logam mulia pun juga akan di atas Rp 3 juta," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Kondisi makroekonomi ini dinilai dapat mendorong investor global mengalihkan dana dari instrumen berbasis dolar AS dan minyak mentah menuju emas sebagai aset safe haven. Ibrahim memperkirakan harga minyak mentah dalam sepekan berada pada kisaran USD 65,70 hingga USD 83,30 per barel. Jika harga minyak terus turun hingga berada di bawah USD 60 per barel, tekanan inflasi di Amerika Serikat berpotensi ikut mereda.

"Investor secara global akan mengalihkan dananya dari dolar kemudian dari minyak mentah ke emas sebagai safe haven," katanya.

Level Support dan Resistance Emas Dunia

Di sisi lain, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia dalam satu pekan kedepan akan bergerak pada kisaran USD 4.151 per troy ounce sebagai support dan USD 4.493 per troy ounce sebagai resistance. Sementara untuk perdagangan Senin, emas dunia diperkirakan memiliki support di level USD 4.279 per troy ounce dan resistance USD 4.405 per troy ounce.

"Jadi ada kemungkinan besar harga emas dunia menguat," ujarnya.

Ibrahim menjelaskan, potensi penguatan harga emas dunia turut membuka peluang kenaikan harga logam mulia di pasar domestik. Ibrahim menyebut harga logam mulia sebelumnya ditutup di level Rp 2,69 juta per gram. Dalam sepekan, harga logam mulia diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 2,55 juta hingga Rp 2,82 juta per gram. Ibrahim melihat peluang harga bergerak menuju level resistance Rp 2,82 juta per gram.

Harga Emas Meroket Naik Rp 50 Ribu, Satu Gram Dijual Rp 2.679.000 Untuk perdagangan Senin (10/8/2026), harga logam mulia diperkirakan memiliki support di Rp 2,67 juta per gram dan resistance Rp 2,71 juta per gram.

Meski demikian, penguatan rupiah berpotensi membatasi kenaikan harga logam mulia di dalam negeri. Sebab, ketika rupiah menguat terhadap dolar AS, kenaikan harga emas dalam denominasi dolar tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi kenaikan harga emas domestik.

"Walaupun rupiah juga menguat, tetapi penguatan mata uang rupiah membuat kenaikan harga logam mulia sedikit terbatas," pungkas Ibrahim.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga Emas

Apa yang menyebabkan harga emas dunia diprediksi tembus USD 5.000? Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz, serta pergeseran investasi ke safe haven menjadi faktor utama.

Berapa proyeksi harga logam mulia dalam sepekan ke depan? Harga logam mulia diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 2,55 juta hingga Rp 2,82 juta per gram.

Bagaimana pengaruh penguatan rupiah terhadap harga emas domestik? Penguatan rupiah membatasi kenaikan harga logam mulia karena kenaikan dalam dolar tidak sepenuhnya diterjemahkan ke harga domestik.

Kapan level USD 5.000 per troy ounce diprediksi tercapai? Ibrahim Assuaibi memproyeksikan level tersebut dapat tercapai pada kuartal ketiga tahun 2026.

(akr)

Related Reading