Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
Iran Menolak Klaim Trump: Selat Hormuz Tetap Di Bawah Otoritas Teheran
Beritasosial.com – Teheran secara tegas menegasikan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim dirinya mampu menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika. Menurut pihak Iran, otoritas penuh untuk membuka dan menutup jalur pelayaran vital ini tetap berada di tangan mereka. Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam hubungan diplomatik kedua negara yang semakin tegang.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyampaikan posisi tegas negaranya melalui unggahan di platform X yang dirujuk oleh The Hill pada hari Minggu, 16 Juni 2026. Dalam pernyataannya, Gharibabadi menekankan bahwa klaim Trump tidak memiliki dasar hukum maupun geografis yang kuat. Ia juga menambahkan bahwa Iran tidak akan menerima intervensi asing dalam urusan Selat Hormuz.
"Selat Hormuz telah menjadi milik Iran, merupakan milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran," tegas Gharibabadi.
Ketegangan yang Semakin Memanas
Penolakan keras dari Iran ini memperburuk hubungan antara Teheran dan Washington. Situasi semakin tidak menentu seiring dengan gangguan yang terjadi pada lalu lintas kapal serta pasokan energi global. Jalur pelayaran yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia ini menjadi titik kritis dalam perdagangan energi dunia.
Gharibabadi menekankan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk mengklaim Selat Hormuz. Jalur strategis ini selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat konflik regional. Ia juga menambahkan bahwa Iran akan mempertahankan blokade terhadap jalur pelayaran tersebut selama AS belum menerima kenyataan kekalahan dan masih terjebak dalam "khayalan".
Respons Terhadap Pidato Trump
Ungkapan tersebut merupakan tanggapan langsung terhadap pidato Trump di sebuah akademi kepolisian New York pada hari Jumat. Dalam sambutannya, Trump mengungkapkan rencana untuk secara resmi menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari Iran sendiri.
"Dalam waktu dekat, saya akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," ujar Trump.
Perlu dicatat bahwa secara geografis, jalur pelayaran ini terletak di antara Iran dan Oman serta memiliki status sebagai jalur pelayaran internasional. Sebelumnya, Trump juga telah berkali-kali mengklaim bahwa AS telah mengendalikan Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa tidak ada pihak lain yang menguasai jalur tersebut dan menilai operasi Angkatan Laut AS di kawasan berjalan lancar.
Bantahan dari Berbagai Pihak
Klaim Trump tersebut tidak serta-merta diterima oleh semua kalangan. Mantan diplomat AS, Richard Haass, menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat secara sepihak menguasai Selat Hormuz. Sementara itu, pembawa acara Fox News, Bret Baier, menyebutkan bahwa lalu lintas kapal di jalur tersebut telah mengalami penurunan drastis.
Para ahli juga menyoroti bahwa Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang digunakan oleh banyak negara. Status ini diatur oleh hukum internasional dan tidak dapat diubah oleh satu negara saja. Iran sendiri telah lama mengklaim haknya atas Selat Hormuz, terutama setelah Revolusi Islam tahun 1979.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Selat Hormuz
Apa itu Selat Hormuz? Selat Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Jalur ini merupakan salah satu titik tersumbat tersibuk di dunia untuk perdagangan minyak.
Mengapa Iran mengklaim Selat Hormuz? Iran mengklaim Selat Hormuz berdasarkan posisi geografisnya yang menguasai sebagian besar jalur pelayaran. Selain itu, Iran juga memiliki dasar hukum internasional yang mengakui haknya atas jalur tersebut.
Bagaimana dampak klaim Trump terhadap hubungan AS-Iran? Klaim Trump memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara. Iran menanggapi dengan tegas dan menyatakan bahwa AS tidak memiliki hak untuk mengklaim Selat Hormuz.
Apakah Selat Hormuz benar-benar milik Iran? Secara geografis, Iran menguasai sebagian besar jalur pelayaran. Namun, statusnya sebagai jalur pelayaran internasional berarti bahwa banyak negara juga memiliki hak untuk menggunakannya.
Bagaimana kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz saat ini? Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami penurunan drastis akibat ketegangan geopolitik. Banyak kapal yang memilih rute alternatif untuk menghindari risiko konflik.
Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan hubungan AS-Iran, Anda dapat mengunjungi [artikel terkait di sindonews.com](https://ekbis.sindonews.com/read/1739525/33/gertak-balik-as-iran-minta-trump-berhenti-berkhayal-kuasai-selat-hormuz-1786838928).