Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Fokus 8 Program Kerja Prioritas Prabowo, Belanja Negara 2027 Naik Jadi Rp4.097,2 T

Published August 15, 2026 · Updated August 15, 2026 · By Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Foto : Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Fokus 8 Program Kerja Prioritas Prabowo: Belanja Negara 2027 Capai Rp4.097,2 T

Beritasosial.com – Jakarta — Dalam Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen pada Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto secara resmi menguraikan kerangka anggaran negara untuk tahun mendatang. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa Fokus 8 Program Kerja Prioritas akan menjadi landasan utama dalam alokasi belanja negara yang diproyeksikan mencapai Rp4.097,2 triliun melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan substansial dibandingkan dengan belanja negara yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni sebesar Rp3.842,7 triliun. Peningkatan sebesar Rp254,5 triliun ini tidak terjadi secara acak, melainkan dialokasikan secara strategis untuk mendukung pelaksanaan delapan program kerja prioritas nasional yang telah dirumuskan oleh pemerintah. Setiap program dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Delapan Pilar Pembangunan Nasional

"RAPBN tahun 2027 kita fokuskan untuk 8 program kerja prioritas nasional atau PKPN yaitu, kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan terhadap bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan," jelas Presiden Prabowo dalam paparannya.

Kedelapan prioritas tersebut dirancang untuk saling melengkapi satu sama lain. Kedaulatan pangan dan kemandirian energi menjadi fondasi ketahanan nasional, sementara pendidikan dan kesehatan berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hilirisasi dan industrialisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk domestik, sedangkan infrastruktur dan perumahan mendukung konektivitas dan kenyamanan hidup masyarakat. Ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan, dan penurunan kemiskinan menjadi penutup yang memastikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Untuk memastikan keberhasilan program-program ini, pemerintah juga akan mengintegrasikan sejumlah agenda penguatan nasional. Agenda-agenda tersebut mencakup penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum yang lebih tegas, tata kelola pemerintahan yang transparan, percepatan digitalisasi di berbagai sektor, serta diplomasi ekonomi yang agresif untuk menarik investasi asing.

Proyeksi Pendapatan dan Target Defisit

Dari sisi penerimaan, pendapatan negara pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun. Proyeksi ini menunjukkan kenaikan dari pendapatan negara yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Dengan pembiayaan RAPBN 2027 yang direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pres Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan berupaya keras menekan defisit tersebut agar semakin kecil. Ia menambahkan bahwa cita-cita pemerintah adalah mencapai anggaran yang berimbang, di mana defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya. Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan di tahun APBN tahun 2026 yaitu Rp689,1 triliun rupiah dengan defisit 2,68 persen produk domestik bruto.

"Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang," tuturnya dengan meyakinkan.

Sebagai informasi tambahan, asumsi makro RAPBN 2027 menempatkan nilai tukar rupiah pada Rp17.500 per dolar AS. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada tahun tersebut, sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih melanda berbagai negara.

Frequently Asked Questions

Berapa kenaikan belanja negara dari 2026 ke 2027? Belanja negara naik sebesar Rp254,5 triliun, dari Rp3.842,7 triliun pada 2026 menjadi Rp4.097,2 triliun pada 2027.

Apa saja 8 program kerja prioritas nasional? Delapan program tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan, dan penurunan kemiskinan.

Berapa target defisit anggaran 2027? Defisit anggaran 2027 ditargetkan sebesar 2,40% terhadap PDB, turun dari 2,68% pada 2026.

Apa asumsi makro ekonomi untuk RAPBN 2027? Asumsi makro menempatkan nilai tukar rupiah pada Rp17.500 per dolar AS dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6%.

Related Reading