Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bangun Bangsa Conference 2026 Dorong Investasi Sosial Perkuat Ekonomi Inklusif

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Betty Wilson - beritasosial.com

Foto : Betty Wilson - beritasosial.com

Bangun Bangsa Conference 2026 Dorong Investasi Sosial

Beritasosial.com – Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dalam dunia pembangunan sosial ketika Bangun Bangsa Conference 2026 Dorong investasi sosial digelar pada Kamis, 6 Agustus. Konferensi bergengsi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat untuk memperkuat ekonomi inklusif melalui investasi sosial yang berkelanjutan. Dengan tema "Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia's Future Inclusive Economy", acara ini menjadi platform strategis bagi kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan dampak sosial yang terukur.

Menurut William Lumentut, President Director Bentoel Group, inisiatif Bangun Bangsa awalnya dimulai sebagai program uji coba di Kota Malang pada tahun 2024. Berkat antusiasme dan dukungan dari berbagai pihak, program ini kemudian berkembang pesat ke wilayah-wilayah lain di Indonesia. Saat ini, Bangun Bangsa telah berhasil menjangkau empat kota dan kabupaten dengan lebih dari 200 penerima manfaat yang merasakan manfaat langsung dari program pemberdayaan tersebut.

Transformasi Pendekatan Pembangunan Nasional

William menekankan bahwa pendekatan pembangunan di Indonesia perlu mengalami pergeseran signifikan. Dari yang sebelumnya berfokus pada infrastruktur fisik, kini perhatian beralih pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan komunitas lokal. Meskipun Indonesia mencatat kemajuan ekonomi yang positif, masih terdapat tantangan besar berupa kesenjangan akses usaha, peningkatan kapasitas masyarakat, serta peluang memperoleh penghidupan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Karena itu, pendekatan lama tidak cukup. Kita butuh sudut pandang yang beda dalam pembangunan sosial kali ini. Bukan hanya memberikan bantuan, namun kita perlu membantu membuka peluang," ujar William dengan tegas.

Konferensi kali ini memfokuskan pembahasan pada transformasi investasi sosial dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar mampu menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Forum dibagi dalam tiga sesi utama yang membahas desain investasi komunitas untuk dampak sosial, standar kredibilitas dan keberlanjutan, serta perluasan dampak berbasis komunitas ke dalam sistem ekonomi hijau yang inklusif.

Program Pemberdayaan Kelompok Rentan dan UMKM

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambundy turut memberikan pidato kunci dalam kegiatan tersebut, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pembangunan nasional. Sementara itu, Dian Widyanarti, Head of Corporate & Regulatory Affair Bentoel Group, menjelaskan bahwa program Bangun Bangsa mengedepankan pendampingan, pelatihan, dan kolaborasi untuk memberdayakan kelompok rentan, termasuk pelaku usaha mikro dan penyandang disabilitas.

"Bangun Bangsa Conference pertama kali kami gelar pada 2024. Program ini bertujuan memberi ruang bagi kelompok masyarakat yang selama ini kurang terlihat, seperti penyandang disabilitas dan pelaku usaha mikro, agar memperoleh akses, pengakuan, dan kesempatan berkembang," kata Dian.

Dian menambahkan bahwa hasil program mulai terlihat melalui Empower Academy di Jakarta Barat. Dari 25 pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan intensif, sebanyak 19 peserta berhasil bergabung dalam program Jakpreneur sehingga berpeluang memperoleh pesanan dari lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peserta juga didampingi memperoleh sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk di pasar yang semakin kompetitif.

Dampak Nyata dan Masa Depan Kolaborasi

William menjelaskan bahwa model community investment yang diterapkan perusahaan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendampingan, transfer pengetahuan, dan perluasan jaringan usaha. Pendekatan tersebut telah diterapkan di empat kota dan kabupaten dengan hasil positif, antara lain peningkatan omzet sejumlah UMKM hingga dua kali lipat serta pertumbuhan usaha kelompok penyandang disabilitas sekitar 40%.

William berharap Bangun Bangsa Conference 2026 menjadi momentum lahirnya kolaborasi yang mampu menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui investasi sosial yang tepat sasaran, Indonesia dapat menciptakan ekosistem ekonomi inklusif yang menguntungkan semua pihak, dari pelaku usaha mikro hingga masyarakat marginal.

Frequently Asked Questions

Apa itu Bangun Bangsa Conference 2026? Bangun Bangsa Conference 2026 adalah konferensi nasional yang diselenggarakan untuk mendorong investasi sosial dan memperkuat ekonomi inklusif di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor.

Kapan dan di mana konferensi ini digelar? Konferensi ini diselenggarakan pada Kamis, 6 Agustus di Jakarta sebagai tuan rumah utama penyelenggaraan acara.

Siapa saja yang berpartisipasi dalam konferensi ini? Berbagai pemangku kepentingan berpartisipasi, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan asosiasi profesional.

Berapa banyak penerima manfaat yang telah ditjangkau? Program Bangun Bangsa telah menjangkau lebih dari 200 penerima manfaat di empat kota dan kabupaten di Indonesia.

Related Reading