Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

MPKMB 63 IPB: Ferry Irwandi Sebut Kuliah Adalah Privilege, Jerome Polin Dorong Eksplorasi Diri

Published August 14, 2026 · Updated August 14, 2026 · By Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Foto : Elizabeth Wilson - beritasosial.com

MPKMB 63 IPB: Mahasiswa Baru Terinspirasi Tokoh Publik

Beritasosial.com – Masa Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru (MPKMB) 63 IPB University telah menghadirkan berbagai tokoh ternama yang berbagi wawasan dan pengalaman berharga. Kehadiran Ferry Irwandi, Jerome Polin, Chandra Liow, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria menjadi momen penting bagi mahasiswa baru dalam menyerap bekal kehidupan. Melalui MPKMB 63 IPB, para peserta mendapatkan inspirasi untuk menghadapi tantangan perkuliahan dengan semangat baru.

Ferry Irwandi: Kuliah Sebagai Privilege yang Harus Dinikmati

Sebagai founder Malaka Project dan seorang influencer, Ferry Irwandi menyampaikan pesan penting mengenai nilai pendidikan. Ia menekankan bahwa kesempatan untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi merupakan sebuah privilege yang tidak boleh disia-siakan. Bagi Ferry, proses belajar seharusnya dinikmati sebagai kesempatan setiap mahasiswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dalam MPKMB 63 IPB, pesannya menjadi pengingat bagi mahasiswa baru untuk menghargai setiap momen perkuliahan.

Dalam konteks tersebut, Ferry menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki nilai atau value yang kuat. Seseorang yang punya karakter akan selalu dihargai bahkan oleh musuh sendiri, kata dia. Prinsip yang ia pegang sejak kecil adalah agar hidupnya tidak membebani orang lain. Pesan ini menjadi salah satu highlight dalam acara MPKMB 63 IPB yang dihadiri ratusan mahasiswa baru.

"Prinsip yang gua pegang dari kecil itu cuma satu, yaitu semoga hidup gua nggak membebani hidup orang lain," katanya, melalui siaran pers, Jumat (14/8/2026).

Jerome Polin dan Bene Dion: Kegagalan sebagai Bagian dari Perjalanan

Jerome Polin dan Bene Dion secara bersama-sama mendorong mahasiswa untuk berani mencoba banyak hal. Jerome melihat masa menjadi mahasiswa sebagai kesempatan untuk mengenal diri sendiri melalui berbagai pengalaman, baik di kelas maupun di organisasi. Kunci mencapai kesuksesan, menurut Jerome, ialah fokus untuk terus mencoba dan berkembang, serta menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran. Dalam MPKMB 63 IPB, Jerome berbagi pengalaman pribadinya yang menginspirasi banyak mahasiswa.

Sebagai mahasiswa yang pernah belajar di Jepang dan tertinggal dari segi bahasa, ia mengaku dihadapkan dua pilihan, yaitu menerima keadaan untuk berada di belakang atau memberikan effort lebih untuk mengejar apa yang tertinggal. Jerome juga menekankan pentingnya konsistensi dalam belajar dan tidak mudah menyerah.

"Kalau mereka belajar cuma 3 jam, aku harus belajar 5 jam," ujarnya.

"Believe in yourself, berusaha lebih baik dan kasih effort lebih banyak untuk kejar mereka," tegasnya.

Bene Dion juga memandang kegagalan sebagai bagian dari jalan menuju kesuksesan. Pengalaman mengikuti stand up comedy di 2013 dan hanya meraih peringkat 5 membuatnya menyadari bahwa panggung tersebut bukan jalan yang tepat baginya. Dari kegagalan itu, ia menemukan apa yang ia suka, yang menjadikannya sebagai penulis skenario dan sutradara sekarang. Bene juga berbagi tips tentang cara menghadapi tekanan akademik selama perkuliahan.

Sebagai anak yang tumbuh besar di desa, Bene mengingatkan bahwa proses adaptasi selama menjadi mahasiswa mungkin terasa lebih berat karena perbedaan akses dan perkembangan teknologi. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk menyerah. Justru dari sana muncul dorongan untuk mengejar ketertinggalan, mengenali diri sendiri, dan menikmati proses menjadi mahasiswa dengan hati yang gembira, tuturnya. Pesan ini sangat relevan bagi mahasiswa baru di MPKMB 63 IPB.

Chandra Liow dan Prof Arif Satria: Adaptasi dan Keluar dari Zona Nyaman

Di Sekolah Vokasi IPB University, Chandra Liow dan Prof Arif Satria mengajak mahasiswa baru untuk adaptif terhadap perkembangan dan berani keluar dari zona nyaman. Perkembangan teknologi yang semakin cepat harus diimbangi dengan kemampuan manusia untuk terus belajar dan beradaptasi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki learning agility, yakni kemampuan untuk belajar dengan cepat dan menyesuaikan diri terhadap perubahan, kata Prof Arif.

Selain kompetensi, ia juga menekankan pentingnya karakter growth mindset, learning agility, grit, kemauan kuat, empati, dan integritas. Kemampuan dapat membawa seseorang menuju puncak, tetapi karakter menjadi pilar untuk mempertahankan keberhasilan, tandasnya. Prof Arif juga menambahkan bahwa mahasiswa harus siap menghadapi perubahan di era digital yang terus berkembang.

Sementara itu, Chandra Liow mengajak mahasiswa agar tidak terlalu nyaman di satu posisi dan harus berani keluar dari zona nyaman untuk terus berkembang. Sebagai seorang content creator, pelajaran yang ia pesankan ialah pentingnya menikmati proses dan konsisten. Konten viral hanya sebagai bonus. Percaya diri dan tidak terlalu memikirkan omongan orang lain juga penting agar tetap berani berkarya, tuturnya. Dalam MPKMB 63 IPB, Chandra menekankan bahwa mahasiswa harus berani mencoba hal-hal baru tanpa takut gagal.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang MPKMB 63 IPB

Apa itu MPKMB 63 IPB? MPKMB 63 IPB adalah Masa Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru ke-63 di IPB University yang menghadirkan berbagai tokoh publik sebagai pembicara.

Siapa saja pembicara utama dalam MPKMB 63 IPB? Pembicara utama meliputi Ferry Irwandi, Jerome Polin, Chandra Liow, dan Prof Arif Satria sebagai Kepala BRIN.

Apa pesan utama yang disampaikan dalam MPKMB 63 IPB? Pesan utama meliputi pentingnya menikmati kuliah sebagai privilege, menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran, dan berani keluar dari zona nyaman.

Bagaimana cara mahasiswa bisa mengikuti MPKMB IPB di masa depan? Mahasiswa baru dapat mengikuti MPKMB IPB secara otomatis saat diterima sebagai mahasiswa baru. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi IPB University.

Related Reading