Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KKN di Wilayah Terdampak Bencana, Mahasiswa MNC University Gali Potensi Wisata Agam

Published August 11, 2026 · Updated August 11, 2026 · By Anthony Miller - beritasosial.com

Foto : Anthony Miller - beritasosial.com

KKN di Wilayah Terdampak Bencana: Mahasiswa MNC University Kembangkan Wisata Agam

Beritasosial.com – KKN di Wilayah Terdampak Bencana menjadi momentum penting bagi mahasiswa MNC University dalam menggali potensi wisata di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2026 yang dilaksanakan di Kecamatan Palembayan ini menghadirkan pengalaman bermakna bagi lima mahasiswa yang aktif membuat video profil desa di wilayah Salareh Aia Timur. Dokumentasi yang mereka lakukan mencakup berbagai lokasi, kegiatan warga, serta potensi wisata dan ekonomi kreatif yang dinilai layak dikembangkan pasca bencana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari KKNT 2026 yang digagas melalui kerja sama LLDikti Wilayah X bersama LLDikti Wilayah III. Program selama sepuluh hari tersebut dimulai pada 1 Agustus 2026 dan diikuti oleh 217 peserta dari 34 perguruan tinggi. Selain MNC University, mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan juga terlibat dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, mitigasi bencana, serta penguatan kapasitas masyarakat.

Pendokumentasian Lokasi dan Aktivitas Masyarakat

Davina, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University, menjelaskan bahwa timnya melakukan pendokumentasian berbagai tempat, mulai dari air terjun hingga pemandangan alam yang ada di wilayah tersebut. Ia menyebutkan bahwa KKN di Wilayah Terdampak Bencana ini dilaksanakan di Kabupaten Agam, khususnya di Salareh Aia Timur.

"KKN yang aku ikuti itu di Kabupaten Agam, tepatnya di Salareh Aia Timur. Di sana kami meliput berbagai banyak hal. Kami membuat proyek profil desa untuk kebutuhan wisata di desa tersebut," ujar Davina.

Bagi Davina, kegiatan ini tidak hanya mengajarkan proses produksi konten, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang kondisi sosial masyarakat yang terdampak bencana di Palembayan. Melalui dokumentasi visual, mereka berharap dapat mengedukasi masyarakat tentang potensi yang dimiliki wilayah mereka.

Penerapan Ilmu di Lapangan

Raka, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual, mengaku mendapatkan pengalaman berharga karena mampu menerapkan kemampuan yang dipelajari selama perkuliahan secara langsung. Ia menambahkan bahwa selama kegiatan berlangsung, mereka juga menyerap banyak ilmu baru dan pengetahuan tambahan. Pengalaman KKN di Wilayah Terdampak Bencana ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesional di masa depan.

"Pada saat kegiatan tersebut juga kita mendapatkan ilmu-ilmu baru dan kita juga mendapatkan beberapa pengetahuan," kata Raka.

Tantangan dan Harapan Pengembangan Wisata

Dimas dari Program Studi Sains Komunikasi menyampaikan bahwa produk video profil yang dibuat tim diharapkan dapat membantu memperkenalkan potensi Salareh Aia dan Salareh Aia Timur, khususnya dari sektor pariwisata. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki sejumlah destinasi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Namun, akses menuju beberapa lokasi masih menjadi kendala utama. Dimas berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih baik dan pemerintah dapat melakukan perbaikan dengan cepat.

"Harapannya tentu saja pembangunannya bisa lebih baik lagi, berjalan dengan lancar dan pemerintah juga cepat untuk melakukan perbaikan," ujar Dimas.

Ia menilai bahwa dukungan infrastruktur sangat penting agar potensi wisata yang dimiliki masyarakat dapat berkembang optimal. Kondisi jalan dan keterbatasan transportasi menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan apabila kawasan tersebut ingin dikembangkan sebagai tujuan wisata. KKN di Wilayah Terdampak Bencana ini juga memberikan gambaran nyata tentang kebutuhan masyarakat setempat.

Penutupan Program dengan Semangat Gotong Royong

Program KKNT 2026 ditutup pada Senin, 10 Agustus 2026, di Aula Universitas Fort de Kock, Bukittinggi. Acara penutupan tersebut mengusung tema "Bangkik Basamo Mambangun Nagari" yang mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun nagari. Bagi mahasiswa MNC University, pengalaman di Palembayan menjadi ruang belajar yang berharga untuk melihat langsung bagaimana potensi masyarakat dapat dikembangkan melalui kolaborasi, kreativitas, dan pemanfaatan media digital.

Pengembangan wisata di wilayah terdampak bencana memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Melalui program KKN di Wilayah Terdampak Bencana, mahasiswa tidak hanya berkontribusi pada masyarakat, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam karir mereka selanjutnya.

Frequently Asked Questions

Apa itu KKNT 2026? KKNT 2026 adalah program Kuliah Kerja Nyata Tematik tahun 2026 yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Di mana lokasi KKN MNC University? Mahasiswa MNC University melaksanakan KKN di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, khususnya di wilayah Salareh Aia Timur.

Berapa lama program KKNT 2026 berlangsung? Program KKNT 2026 berlangsung selama sepuluh hari, dimulai pada 1 Agustus 2026 dan ditutup pada 10 Agustus 2026.

Apa tema penutupan KKNT 2026? Tema penutupan KKNT 2026 adalah "Bangkik Basamo Mambangun Nagari" yang dilaksanakan di Aula Universitas Fort de Kock, Bukittinggi.

Apa kontribusi mahasiswa MNC University di Agam? Mahasiswa MNC University berkontribusi dalam pembuatan video profil desa untuk kebutuhan wisata di wilayah Salareh Aia Timur.

Related Reading