Bikin Bangga, Siswa Indonesia Raih 3 Medali di Olimpiade Sains Nuklir Internasional
Siswa Indonesia Raih 3 Medali di Olimpiade Nuklir
Beritasosial.com – Bikin Bangga Siswa Indonesia Raih 3 medali bergengsi di ajang internasional. Prestasi gemilang ini diraih oleh delegasi Indonesia pada International Nuclear Science Olympiad (INSO) edisi ketiga yang diselenggarakan di Arab Saudi. Kompetisi yang berlangsung antara tanggal 2 hingga 9 Agustus 2026 ini menempatkan tiga siswa Indonesia di posisi teratas dengan meraih penghargaan emas, perak, dan perunggu.
Dari total tiga medali yang diperebutkan, dua siswa Indonesia berhasil menyabet medali perak. Mereka adalah Gusti Komang Abhika Atmaja serta Aloysius Gonzaga Duta Setyawan. Sementara itu, Faris Patria Chariansyah berhasil menyumbang medali perunggu untuk Indonesia di kancah dunia.
Proses Pembinaan yang Komprehensif
Ketiga siswa tersebut merupakan binaan langsung dari Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia. Proses pembinaan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penguatan materi teori hingga persiapan praktikum bagi delegasi sebelum bertanding di luar negeri.
Persiapan dilakukan secara bertahap dengan jadwal yang terstruktur dan intensif. Sesi pelatihan daring dilaksanakan pada periode 6 hingga 24 Juli 2026. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan secara tatap muka atau luring pada tanggal 27 hingga 31 Juli 2026 di kampus Poltek Nuklir. Program ini merupakan bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat yang dijalankan oleh Poltek Nuklir BRIN.
Para dosen dan pengajar memberikan pendampingan intensif dengan materi yang disusun berdasarkan silabus resmi INSO. Hal ini bertujuan memastikan peserta memiliki kompetensi yang mumpuni untuk bersaing di level internasional dengan percaya diri.
Dukungan dan Pengakuan Internasional
Keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi ini didukung secara finansial oleh International Atomic Energy Agency atau IAEA. Sementara itu, proses pembinaan dan dukungan teknis bagi delegasi Indonesia dilaksanakan oleh Poltek Nuklir BRIN bersama International Nuclear Agency Indonesia.
INSO ke-3 merupakan bagian dari IAEA Project Number RAS0095 dengan judul 'Supporting Nuclear Science and Technology Education at the Secondary and Tertiary Levels – Phase II.' Proyek ini menunjukkan komitmen global dalam pengembangan pendidikan sains nuklir.
Direktur Poltek Nuklir BRIN, Zainal Arief, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan meraih tiga medali pada INSO ke-3 tidak hanya menjadi prestasi bagi para siswa, tetapi juga mencerminkan hasil dari proses pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan generasi muda di bidang nuklir.
Delegasi Indonesia di INSO
Delegasi Indonesia pada INSO ke-3 terdiri atas dua orang team leader dosen Poltek Nuklir BRIN, yaitu Fifi Nurfiana dan Lutfi Aditya Hasnowo, serta empat siswa yaitu Hilmy Lazuardhy Nurramadhan, Faris Patria Chariansyah, Gusti Komang Abhika Atmaja, dan Aloysius Gonzaga Duta Setyawan.
"Bangga dengan perjuangan tim Indonesia selama mengikuti INSO ke-3. Sejak proses pembinaan sampai kompetisi, para siswa menunjukkan semangat dan kerja keras," ungkap Fifi Nurfiana.
Menurut Fifi, tiga medali yang berhasil diraih merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk berkompetisi di tingkat internasional. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi para talenta muda di bidang sains nuklir ini.
"Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang dan menginspirasi generasi muda Indonesia di bidang sains nuklir," lanjutnya.
Lutfi menerangkan, persiapan delegasi dilakukan melalui program pembinaan yang dilaksanakan Poltek Nuklir BRIN sebagai bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Para dosen dan pengajar Poltek Nuklir BRIN memberikan pembelajaran dan pendampingan dengan materi yang disusun mengacu pada silabus INSO.
"Pembinaan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta agar memiliki pemahaman dan kompetensi yang diperlukan untuk berkompetisi di tingkat internasional," ungkap Lutfi Aditya Hasnowo.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang INSO
Apa itu International Nuclear Science Olympiad (INSO)? INSO adalah kompetisi sains nuklir internasional yang diselenggarakan oleh IAEA untuk siswa tingkat menengah dan perguruan tinggi di seluruh dunia.
Berapa kali Indonesia mengikuti INSO? Indonesia mengikuti INSO sejak edisi pertama, dan kali ini merupakan edisi ketiga yang diselenggarakan di Arab Saudi.
Siapa saja yang mendukung delegasi Indonesia? Dukungan datang dari IAEA secara finansial, serta Poltek Nuklir BRIN dan International Nuclear Agency Indonesia untuk pembinaan teknis.
Apakah prestasi ini membuka peluang baru? Ya, prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa Indonesia lainnya untuk mengikuti kompetisi serupa di masa depan.