Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Seniman TIM Gelar Malam Solidaritas untuk 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda

Published September 14, 2026 · Updated September 14, 2026 · By Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Foto : Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Seniman TIM Gelar Panggung Doa untuk Delapan Orang yang Masih Dicari di Selat Sunda

Beritasosial.com – Suasana halaman depan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Senin malam, 14 September 2026, dipenuhi doa, puisi, musik, serta cahaya lilin. Sejumlah seniman berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Panggung Doa dan Rindu, Menunggu Kabar Lima Jurnalis” sebagai bentuk dukungan bagi lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini belum ditemukan di perairan Selat Sunda.

Aksi tersebut menghadirkan ruang bersama bagi para pelaku seni dan masyarakat untuk menyampaikan harapan atas keselamatan seluruh penumpang kapal yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026. Salah seorang jurnalis yang masih berada dalam proses pencarian ialah Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews Media Group.

Di tengah kesunyian malam, para peserta menggelar doa bersama, membacakan puisi, dan menyalakan lilin. Lagu “Tanah Airku” karya Ibu Soed turut dilantunkan untuk mengiringi kegiatan. Beberapa orang membawa poster berisi harapan agar seluruh korban segera ditemukan dan keluarga yang menunggu mendapat kekuatan.

Solidaritas Kemanusiaan dari Ruang Seni

Inisiator Front Penggerak Seniman TIM, David Karo-karo, menyebut acara itu lahir dari dorongan spontan untuk menunjukkan kepedulian kemanusiaan. Bagi para seniman yang hadir, panggung tersebut bukan sekadar pertemuan seni, melainkan wujud kebersamaan terhadap saudara sebangsa yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Malam doa ini, kami gagas berangkat dari ketulusikhlasan kami sebagai seniman dan sebagai rasa cinta kami terhadap manusia ciptaan Tuhan. Yang pertama-tama adalah bagaimana acara ini bukan hanya sebagai seremonial, sebagai bentuk moral, sebagai panggilan kami sebagai anak bangsa di mana ada di Front Penggerak Seniman Taman Ismail Marzuki ini,” ujar David.

Kegiatan di TIM memperlihatkan bahwa ekspresi budaya dapat menjadi medium untuk merespons peristiwa kemanusiaan. Puisi, musik, tarian, dan doa ditempatkan sebagai bahasa empati ketika kabar pasti mengenai orang-orang yang dicari masih dinantikan. Panggung itu juga membuka kesempatan bagi siapa pun yang merasa terpanggil untuk menyampaikan dukungan.

David menjelaskan, keluarga besar Front Penggerak Seni Taman Ismail Marzuki melibatkan berbagai bentuk pertunjukan dan sesi mimbar bebas. Para pegiat kebudayaan menyampaikan perasaan mereka melalui karya serta orasi, dengan harapan solidaritas yang dibangun tidak berhenti setelah acara berakhir.

“Kami yang ada dalam keluarga besar Front Penggerak Seni Taman Ismail Marzuki ini merangkumi puisi, dalam bentuk tari, musik, dalam bentuk orasi, dan open mic juga kepada siapa yang merasa terpanggil akan keberadaan saudara-saudara kita yang sekarang ini sedang tertimpa,” tuturnya.

Harapan bagi Keluarga yang Menunggu

Bagi keluarga delapan orang yang belum ditemukan, masa pencarian menjadi waktu yang penuh ketidakpastian. Dukungan dari masyarakat, termasuk melalui kegiatan seperti malam solidaritas di TIM, diharapkan dapat menguatkan mereka. Pesan utama yang ingin disampaikan para seniman adalah bahwa para korban dan keluarga mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian.

“Harapannya sendiri bahwa mereka tidak sendiri. Mereka punya siapa saja, karena mereka adalah bagian dari anak bangsa. Dan ini adalah tanggung jawab bersama bagaimana tetap menjaga dan meyakinkan bahwa semua itu pasti akan berbuat dan Tuhan selalu berkata kepada garis dan nilai keagungan-Nya,” pungkas David.

Kapal yang hilang kontak itu membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, seorang anak buah kapal, dan seorang pemandu. Hingga 14 September 2026, seluruh penumpang masih dalam pencarian. Peristiwa ini turut menyita perhatian karena para jurnalis tersebut menjalankan profesi yang dekat dengan kerja lapangan dan peliputan di berbagai kondisi.

Dalam situasi seperti ini, perhatian publik memiliki makna penting sebagai pengingat bahwa pencarian terhadap orang hilang menyangkut kehidupan manusia, keluarga, dan rekan-rekan yang menantikan kepastian. Doa bersama di ruang publik juga menjadi cara untuk menjaga harapan tanpa mengabaikan beratnya keadaan yang tengah dialami keluarga korban.

Daftar Delapan Orang yang Belum Ditemukan

Delapan orang yang masih dicari di perairan Selat Sunda adalah Warta, kapten kapal berusia 55 tahun; Surakman, anak buah kapal berusia 60 tahun; serta Heriyanto, pemandu berusia 49 tahun.

Lima jurnalis yang berada dalam kapal tersebut ialah M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Antara; Arie Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id berusia 43 tahun; Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency; serta Donal Husni yang bekerja sebagai freelancer.

Panggung doa di TIM menjadi penanda bahwa pencarian delapan orang tersebut tidak hanya mendapat perhatian dari lingkungan kerja mereka, tetapi juga dari komunitas seni. Dengan lilin, lagu, puisi, dan doa, para peserta menitipkan harapan agar kabar baik segera datang dari Selat Sunda.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Seniman TIM Gelar Malam Solidaritas untuk 5?

Seniman TIM Gelar Malam Solidaritas untuk 5 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Seniman TIM Gelar Malam Solidaritas untuk 5 matter?

Seniman TIM Gelar Malam Solidaritas untuk 5 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.