Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi Pulangkan 21 Orang yang Bawa Flare dan Molotov saat Demo BEM UI

Published August 19, 2026 · Updated August 19, 2026 · By Elizabeth Wilson - beritasosial.com

Foto : Elizabeth Wilson - beritasosial.com

21 Orang yang Menyembunyikan Petasan dan Botol Molotov Saat Aksi BEM UI Dikembalikan ke Rumah

Beritasosial.com – Jakarta — Dua belas petasan dan enam botol kaca yang diduga disiapkan sebagai bom molotov berhasil disita aparat dari tangan 21 individu yang ditangkap pada Selasa, 18 Agustus 2026, di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Mereka diamankan ketika mahasiswa tengah menggelar penyampaian aspirasi di lokasi tersebut.

Polda Metro Jaya: Seluruh 21 Orang Sudah Dipulangkan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, mengonfirmasi pada Rabu (19/8/2026) bahwa seluruh pihak yang sempat ditahan telah dilepas kembali.

"Terhadap 21 orang ini telah dipulangkan."

Pendekatan Pencegahan, Bukan Penindakan Represif

Bhudi menjelaskan bahwa langkah kepolisian kali ini bukan sekadar penegakan hukum secara represif. Menurutnya, tindakan represif merupakan langkah terakhir atau ultimum remedium. Yang lebih diutamakan, kata dia, adalah pencegahan serta pemberian edukasi kepada pihak yang membawa barang tidak sesuai konteks.

"Kita bukan hanya penegakan hukum represif. Kalau represif itu adalah ultimum remedium, itu langkah terakhir. Tetapi kita mengedepankan bagaimana pencegahan dan memberikan edukasi kepada orang yang melakukan membawa barang-barang yang salah."

Bukan Bagian dari Mahasiswa Pendemo

Bhudi menegaskan bahwa 21 individu tersebut tidak termasuk dalam kelompok mahasiswa yang turun ke jalan. Mereka datang setelah mendengar kabar akan adanya aksi penyampaian aspirasi, lalu menunggu momen keributan atau kekacauan untuk ikut bergabung.

"Jadi memang mereka datang, mendengar akan adanya kegiatan-kegiatan penyampaian aspirasi, seandainya terjadi keributan, kerusuhan, chaos, dan lain-lain, mereka juga ikut di dalam kegaduhan itu."

Ia menambahkan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah memanfaatkan situasi gangguan ketertiban umum. Karena itu, aparat melakukan langkah preemptive education untuk menyampaikan bahwa barang-barang yang dibawa tidak sesuai peruntukan dan tidak relevan dengan momen penyampaian aspirasi.

"Jadi tujuannya adalah ingin bergabung pada saat terjadi gangguan kamtibmas. Nah, ini dilakukan preemptive education bahwa langkah-langkah dan barang yang dibawa ini adalah salah, tidak pada peruntukan, tidak pada momen penyampaian."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Polisi Pulangkan 21 Orang yang Bawa?

Polisi Pulangkan 21 Orang yang Bawa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi Pulangkan 21 Orang yang Bawa matter?

Polisi Pulangkan 21 Orang yang Bawa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.