Kebakaran Kapal Penumpang Kembali Terjadi, Komisi V DPR Desak Ramp Check Serentak
Kebakaran Kapal Penumpang Kembali Terjadi: Komisi V DPR Desak Tindakan Mendesak
Beritasosial.com – JAKARTA — Insiden Kebakaran Kapal Penumpang Kembali Terjadi di perairan Indonesia telah memicu respons cepat dari lembaga legislatif. Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menyampaikan seruan kuat agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelaikan armada kapal serta sistem pelayaran nasional. Langkah yang diusulkan adalah pelaksanaan ramp check serentak yang mencakup seluruh kapal penumpang di Indonesia. "Berulangnya kebakaran dan kecelakaan kapal penumpang ini adalah sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan oleh siapapun," tegasnya.
Detail Insiden KMP Putri Yasmin
Kepala Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026). Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Kebakaran Kapal Penumpang Kembali Terjadi dalam waktu dekat. Akibat kejadian tersebut, satu orang dinyatakan tewas sementara 173 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Insiden ini terjadi tepat sehari sebelum Syaiful Huda menyampaikan pernyataannya di Jakarta pada Kamis (13/8/2026).
Kami mendesak Kementerian Perhubungan untuk segera menggelar ramp check serentak dan masif terhadap seluruh armada kapal penumpang, khususnya di lintasan penyeberangan padat," ujar Syaiful Huda. Pemeriksaan ini bukan hanya formalitas administratif, melainkan evaluasi fisik langsung terhadap kondisi kapal.
Riwayat Kecelakaan dan Urgensi Ramp Check
Peristiwa ini menyusul deretan kecelakaan sebelumnya yang terjadi di perairan Indonesia. Tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di Kepulauan Selayar telah merenggut 4 korban jiwa dan 14 orang dinyatakan hilang. Selain itu, kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di utara Sumenep juga menyebabkan 5 orang tewas dan 41 orang hilang. Huda mengatakan berulangnya musibah transportasi laut dalam waktu berdekatan membutuhkan langkah evaluasi menyeluruh.
Langkah ramp check atau uji kelaikan kapal penumpang harus mencakup pengujian fisik secara langsung (wet test) mulai dari kesiapan alat pemadam kebakaran, sistem deteksi dini, ketersediaan dan fungsi life raft, hingga keandalan mesin serta kelengkapan navigasi. "Pemeriksaan tidak boleh sekadar formalitas di atas kertas atau sebatas kelengkapan dokumen administratif tetapi menyangkut kondisi fisik kapal secara langsung," ujarnya.
Rekomendasi dan Langkah Selanjutnya
Komisi V DPR juga merekomendasikan pembentukan tim khusus yang terdiri dari ahli kelautan, insinyur kapal, dan perwakilan masyarakat pelayaran. Tim ini akan bertugas memantau pelaksanaan ramp check dan memastikan tidak ada kapal yang beroperasi tanpa memenuhi standar keselamatan. Selain itu, sanksi tegas akan diberikan kepada operator kapal yang ditemukan melanggar prosedur keselamatan.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan setiap indikasi kerusakan pada kapal penumpang yang mereka gunakan. Dengan adanya Kebakaran Kapal Penumpang Kembali Terjadi, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah preventif yang lebih komprehensif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden KMP Putri Yasmin
1. Kapan dan di mana KMP Putri Yasmin terbakar? KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026).
2. Berapa jumlah korban dalam insiden tersebut? Satu orang tewas dan 173 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat.
3. Apa yang diminta oleh Komisi V DPR? Komisi V DPR mendesak pelaksanaan ramp check serentak terhadap seluruh armada kapal penumpang di Indonesia.
4. Apa itu ramp check? Ramp check adalah uji kelaikan kapal yang mencakup pemeriksaan fisik langsung terhadap kondisi kapal, termasuk alat pemadam kebakaran, sistem deteksi dini, life raft, mesin, dan navigasi.