Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Irjen Dadang Hartanto Pernah Diminta Menghadap Prabowo, Kini Ditunjuk Menjadi Kapolda Metro Jaya

Published Oktober 5, 2026 · Updated Oktober 5, 2026 · By Anthony Miller - beritasosial.com

Foto : Anthony Miller - beritasosial.com

Dadang Hartanto Dipercaya Memimpin Polda Metro Jaya

Beritasosial.com – Irjen Pol Dadang Hartanto mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Metro Jaya. Penetapan itu dilakukan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Dalam susunan mutasi tersebut, Dadang menggantikan Komjen Asep Edi Suheri yang sebelumnya memimpin Polda Metro Jaya. Sebelum ditugaskan ke Jakarta, Dadang menjabat sebagai Kapolda Maluku. Jabatan baru ini menempatkannya pada salah satu posisi kepolisian strategis dengan wilayah kerja yang mencakup ibu kota dan kawasan penyangganya.

Asep Edi Suheri kemudian dipercaya mengisi posisi Irwasum Polri. Kursi itu sebelumnya ditempati Komjen Wahyu Widada, yang dimutasi menjadi Pati Itwasum Polri untuk menjalankan penugasan di Kementerian ATR/BPN.

Pelantikan Menunggu Kepulangan dari Umrah

Meski penunjukan telah ditetapkan, pelantikan Dadang sebagai Kapolda Metro Jaya belum langsung dilaksanakan. Ia masih menjalankan ibadah umrah ketika pelantikan 27 pejabat utama Polri dan kapolda berlangsung di Mabes Polri pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa proses pelantikan akan dijadwalkan setelah Dadang kembali.

“Iya, ada satu Bapak Kapolda Metro sedang umrah, ya. Sedang umrah beliau, tentu nanti (pelantikan) akan dilakukan oleh Bapak Kapolri,” kata Trunoyudo.

Dalam mutasi yang sama, perubahan juga terjadi pada jabatan Wakapolda Metro Jaya. Irjen Dekananto Eko Purwono digantikan Brigjen Adex Yudiswan, yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Dirtipidsiber Bareskrim Polri. Pergantian di tingkat pimpinan ini menjadi bagian dari rotasi organisasi Polri pada awal Oktober 2026.

Satu Angkatan dengan Kapolri

Dadang Hartanto lahir pada 24 November 1971 dan menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada 1994. Angkatan tersebut sama dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Sepanjang perjalanan dinasnya, Dadang banyak memiliki pengalaman dalam bidang reserse, sekaligus menjalani sejumlah penugasan manajerial, pendidikan, dan kepemimpinan kewilayahan.

Rekam jejaknya mencakup tugas di tingkat kepolisian sektor, resor, kepolisian daerah, Bareskrim Polri, hingga lembaga pendidikan Polri. Kombinasi pengalaman operasional dan akademik itu menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin Polda Maluku pada 2025 dan kemudian Polda Metro Jaya mulai Oktober 2026.

Dadang juga memiliki latar akademik sebagai guru besar. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara mengukuhkannya sebagai profesor bidang Ilmu Administrasi Publik pada Sabtu, 27 Mei 2023. Pengukuhan tersebut menambah sisi lain dari profil perwira tinggi yang selama ini dikenal melalui penugasan kepolisian dan bidang reserse.

Momen di Hari Bhayangkara

Nama Dadang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik dalam rangkaian Upacara Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara. Saat acara yang berlangsung di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada 1 Juli 2025 itu, ia bertugas sebagai komandan upacara.

Seusai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat, Dadang melaporkan bahwa tahapan utama upacara telah selesai dan agenda berikutnya adalah peragaan serta defile.

“Upacara telah dilaksanakan. Dilanjutkan dengan peragaan dan defile,” kata Dadang Hartanto kepada Prabowo.

Presiden kemudian menyampaikan apresiasi kepada komandan upacara dan seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Terima kasih, komandan upacara. Sampaikan ke seluruh peserta upacara, penghargaan saya, upacara dilaksanakan dengan semangat, tertib dan disiplin,” kata Prabowo.

Dadang merespons arahan itu sebelum bersiap kembali ke posisinya.

“Siap, terima kasih Bapak Presiden. Kembali ke tempat,” jawab Hartanto.

Pada saat Dadang berbalik untuk kembali ke tempat semula, Presiden Prabowo memintanya menghadap setelah upacara berakhir.

“Sesudah upacara menghadap saya, terima kasih,” ujar Prabowo.

Dadang lalu meneruskan tugasnya dengan memimpin penghormatan peserta kepada Presiden selaku inspektur upacara. Peristiwa tersebut membuat sosoknya dikenal lebih luas di luar catatan penugasan internal kepolisian.

Perjalanan Karier

Karier Dadang Hartanto dimulai dari penugasan kewilayahan. Ia pernah menjadi Kapolsek Senen pada 2005, kemudian bertugas sebagai Pabungkol Spripim Polri. Pada 2009 ia dipercaya memimpin Polres Subang, dilanjutkan sebagai Kapolres Cianjur pada 2011.

Pada 2012, Dadang menjabat Wakapolrestabes Bandung dan pada tahun yang sama menjalankan tugas sebagai Sespri Kapolri. Perjalanan berikutnya membawanya menjadi Assesor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri pada 2014, Koorspripim Polri, serta Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri pada 2016.

Ia kemudian ditunjuk sebagai Kapolrestabes Medan pada 2017 dan Karorenmin Bareskrim Polri pada 2019. Pada 2020, Dadang menjabat Wakapolda Sumut. Tiga tahun kemudian, ia mengemban jabatan Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri.

Pada 2024, Dadang dipercaya menjadi Ketua STIK Lemdiklat Polri. Setelah memimpin Polda Maluku sejak 2025, ia kini mendapat mandat untuk memimpin Polda Metro Jaya. Penugasan tersebut melanjutkan karier panjang seorang perwira yang telah melewati berbagai fungsi kepolisian, mulai dari reserse, pembinaan sumber daya manusia, pendidikan, hingga kepemimpinan wilayah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Irjen Dadang Hartanto Pernah Diminta Menghadap?

Irjen Dadang Hartanto Pernah Diminta Menghadap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Irjen Dadang Hartanto Pernah Diminta Menghadap matter?

Irjen Dadang Hartanto Pernah Diminta Menghadap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.