Besok KRI Leuser dan KAL Pohawang Kembali Bergabung dalam Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
KRI Leuser dan KAL Pohawang Kembali Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Beritasosial.com – Besok KRI Leuser dan KAL Pohawang dijadwalkan kembali bergabung dalam operasi pencarian delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda. Operasi SAR memasuki hari keenam pada Minggu (13/9/2026), dengan pencarian difokuskan di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Delapan orang yang dicari terdiri atas lima jurnalis serta tiga awak speedboat. Pada Minggu, kedua aset TNI Angkatan Laut tersebut tidak ikut menyisir area pencarian karena menjalani pengisian bahan bakar dan logistik.
KRI Leuser dan KAL Pohawang direncanakan kembali bertugas pada Senin pagi (14/9/2026). Pengisian perbekalan dilakukan untuk memastikan kapal dan personelnya siap melanjutkan operasi di laut.
Pengisian Bahan Bakar dan Logistik
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menegaskan bahwa kedua kapal tidak ditarik dari operasi SAR. Keduanya masih menjadi bagian dari kekuatan gabungan yang dikerahkan mencari korban hilang.
"Sama seperti dengan dua aset dari TNI Angkatan Laut, yakni KRI Leuser dengan KAL Pohawang. Pada hari ini mereka sedang melaksanakan refuel dan pengisian untuk bekal bahan makanan," kata Wawan dalam konferensi pers di Posko SAR Carita, Minggu (13/9/2026).
Menurut Wawan, proses pengisian tersebut mencakup bahan bakar dan kebutuhan makanan bagi personel. Setelah selesai, Besok KRI Leuser dan KAL Pohawang akan kembali memperkuat penyisiran di Selat Sunda.
"Jadi mereka masih refuel dan besok pagi mereka akan bergabung kembali ke lokasi pencarian," ujarnya.
Helikopter Siaga Menunggu Cuaca Memungkinkan
Dukungan pencarian melalui udara juga disiapkan. Namun, helikopter belum diterbangkan pada Minggu karena kondisi cuaca belum memungkinkan untuk operasi penerbangan.
Helikopter tetap dalam status siaga dan akan dikerahkan apabila cuaca membaik. Pemantauan dari udara dibutuhkan untuk membantu memperluas jangkauan pencarian di perairan terbuka.
"Sama dengan yang disampaikan oleh Kakansar berkaitan dengan heli, apabila cuaca memungkinkan, heli pun akan terbang," kata Wawan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyatakan tidak ada pengurangan personel dalam operasi hari keenam. Lebih dari 300 personel bekerja langsung dalam pencarian, sementara total unsur yang terlibat termasuk petugas posko dan dukungan operasional hampir mencapai 600 orang.
"Untuk personel enggak ada pengurangan. Untuk semua alut yang terlibat, kurang lebih sekitar 14 alut," ujar Amrad.
Sekitar 14 alat utama turut mendukung operasi pencarian. Kesiapan unsur laut, personel di lapangan, posko, serta dukungan udara terus disesuaikan dengan kebutuhan operasi dan kondisi cuaca.
Kronologi Speedboat Hilang Kontak
Speedboat yang membawa delapan orang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB. Perjalanan tersebut awalnya diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.
Pada pukul 14.42 WIB, speedboat dilaporkan tidak dapat dihubungi saat berada di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir tercatat pukul 18.13 WIB ketika kapal berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lima penumpang adalah jurnalis yang menjalankan perjalanan peliputan. Tiga orang lain merupakan kapten kapal, anak buah kapal, dan pemandu.
Delapan Orang yang Masih Dicari
Tiga awak speedboat yang masih dicari ialah Warta, 55 tahun, sebagai kapten kapal; Surakman, 60 tahun, sebagai anak buah kapal; serta Heriyanto, 49 tahun, sebagai pemandu.
Lima jurnalis yang berada di dalam speedboat adalah M Bagus Khoirunnas, pewarta foto Antara; Arie Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, 43 tahun, pewarta foto iNews.id; Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency; serta Donal Husni yang bekerja sebagai freelance.
FAQ Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Kapan KRI Leuser dan KAL Pohawang kembali bergabung? Kedua kapal dijadwalkan kembali ke lokasi pencarian pada Senin pagi (14/9/2026) setelah pengisian bahan bakar dan logistik selesai.
Mengapa helikopter belum diterbangkan? Helikopter belum beroperasi pada Minggu karena cuaca belum memungkinkan. Aset udara tetap siaga untuk diterbangkan saat kondisi penerbangan aman.
Berapa orang yang masih dicari? Tim SAR masih mencari delapan orang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak speedboat.