Beritasosial
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Anggota MPR Ida Fauziyah Ajak Warga Lenteng Agung Jaga Persatuan dan Kesatuan

Published September 26, 2026 · Updated September 26, 2026 · By Matthew Smith - beritasosial.com

Foto : Matthew Smith - beritasosial.com

Ida Fauziyah Tekankan Pentingnya Persatuan di Lenteng Agung

Beritasosial.com – Warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, diajak untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat rasa persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan anggota MPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Ida Fauziyah, dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Sabtu, 26 September 2026.

Dalam pertemuan itu, Ida menempatkan nilai kebangsaan sebagai landasan yang perlu hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya dipahami sebagai materi pengetahuan. Empat Pilar Kebangsaan yang dibahas meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Empat Pilar Kebangsaan ini bukan sekadar hafalan, tetapi harus menjadi napas dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya mengajak seluruh warga Lenteng Agung untuk terus merawat persatuan dan menjaga semangat gotong royong sebagai warisan luhur bangsa kita,” ujar Ida Fauziyah.

Nilai Kebangsaan Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Ida menilai penerapan nilai Empat Pilar dapat dimulai dari ruang yang paling dekat dengan masyarakat, seperti keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap saling menghormati, kesediaan bekerja sama, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam menjaga suasana yang rukun.

Semangat gotong royong juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Nilai ini tidak hanya berkaitan dengan kerja bersama ketika ada kebutuhan lingkungan, tetapi juga mencerminkan kemauan untuk membantu, berdialog, dan mencari jalan keluar bersama ketika muncul persoalan di tengah warga.

“Apa yang kita lalukan di masyarakat tentu harus menanamkan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan ini, terutama dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat,” katanya.

Penerapan nilai kebangsaan dalam keseharian dapat terlihat melalui sikap sederhana, termasuk menjaga hubungan baik dengan tetangga, menghargai perbedaan pandangan, serta mendahulukan kepentingan bersama. Dalam konteks masyarakat yang beragam, kebiasaan tersebut menjadi unsur penting untuk merawat kepercayaan dan rasa aman di lingkungan sekitar.

Dialog Membuka Ruang Partisipasi Warga

Kegiatan sosialisasi di Lenteng Agung turut diisi dengan dialog interaktif. Warga memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangan mengenai penerapan nilai kebangsaan dalam kondisi sosial yang dihadapi saat ini.

Ruang dialog seperti ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menghubungkan prinsip-prinsip kebangsaan dengan pengalaman sehari-hari. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak berhenti sebagai konsep formal, melainkan dapat dipahami melalui cara masyarakat berinteraksi, menyelesaikan perbedaan, dan menjaga kepedulian sosial.

Persatuan tidak berarti seluruh warga harus memiliki pandangan yang sama. Dalam kehidupan demokratis, perbedaan pendapat dapat muncul dan perlu disikapi dengan kedewasaan. Yang penting, perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi permusuhan atau memecah hubungan sosial. Sikap terbuka untuk mendengar dan menghormati hak orang lain menjadi bagian dari upaya menjaga kesatuan.

Bagi lingkungan permukiman, kebersamaan merupakan modal sosial yang penting. Ketika warga membangun komunikasi dan saling mengenal, berbagai kebutuhan bersama lebih mudah dibicarakan. Semangat ini juga sejalan dengan gagasan gotong royong yang disebut Ida sebagai warisan luhur bangsa.

Menjaga Kedamaian di Tengah Keberagaman

Ida berharap sosialisasi tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai arti penting persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, nilai itu diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Keberagaman merupakan bagian dari kehidupan nasional, baik dalam latar belakang sosial, budaya, keyakinan, maupun pandangan. Karena itu, Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna yang relevan dalam kehidupan warga sehari-hari: perbedaan tetap dapat berada dalam satu ikatan kebangsaan yang sama.

Pancasila pun dapat menjadi pedoman ketika masyarakat menghadapi perbedaan kepentingan atau sudut pandang. Nilai kemanusiaan, musyawarah, keadilan, dan persatuan mendorong penyelesaian persoalan melalui cara yang damai. Sementara itu, pemahaman terhadap UUD 1945 dan NKRI menegaskan pentingnya komitmen bersama terhadap kehidupan bernegara.

“Persatuan dan Kesatuan di tengah masyarakat harus terus dijaga dengan baik. Sehingga tercapai kedamaian di masyarakat,” katanya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga persatuan merupakan pekerjaan bersama, bukan hanya tugas lembaga negara atau tokoh masyarakat. Peran warga dibutuhkan dalam membangun lingkungan yang saling menghargai, tidak mudah terprovokasi, dan mengutamakan penyelesaian masalah secara baik.

Melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, warga Lenteng Agung diharapkan semakin memahami bahwa nilai nasionalisme dapat diwujudkan melalui tindakan sehari-hari. Mulai dari menjaga kerukunan di keluarga, ikut berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, hingga menghormati perbedaan dalam pergaulan sosial, seluruhnya menjadi bagian dari upaya memperkokoh persatuan Indonesia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Anggota MPR Ida Fauziyah Ajak Warga?

Anggota MPR Ida Fauziyah Ajak Warga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Anggota MPR Ida Fauziyah Ajak Warga matter?

Anggota MPR Ida Fauziyah Ajak Warga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.