New Policy: Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
New Policy: Kapolri Evaluasi Kinerja Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
New Policy – Di tengah momentum perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggunakan acara tersebut sebagai ajang evaluasi dalam rangka mewujudkan kebijakan baru yang sesuai dengan harapan masyarakat. Menurut Sigit, kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merevisi kebijakan lama dan mengembangkan pendekatan baru dalam pelayanan kepolisian kepada publik.
“Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen penting untuk mencermati apa yang telah dilakukan Polri selama ini dan mengevaluasi kebijakan baru yang akan diterapkan,” terang Sigit dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (29/6/2026). Ia menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memastikan institusi kepolisian bisa menjawab tantangan masa kini, seperti kebutuhan masyarakat akan keadilan, keselamatan, dan transparansi.
Menurut Sigit, kebijakan baru ini akan fokus pada penguatan tiga pilar utama: peningkatan kualitas layanan publik, peningkatan kapasitas personel, dan penguatan kemitraan dengan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengambilan masukan dari warga menjadi salah satu elemen penting dalam penyusunan kebijakan baru. “Kami ingin masyarakat merasa terlibat langsung dalam proses peningkatan kinerja Polri,” tambahnya.
Evaluasi Berbasis Partisipasi Masyarakat
Penggunaan perayaan Hari Bhayangkara sebagai ajang evaluasi bukanlah hal baru bagi Polri. Dalam beberapa tahun terakhir, institusi ini telah rutin mengadakan kegiatan dialog dengan warga, seperti sarasehan dan forum diskusi. Namun, kali ini Sigit mengatakan bahwa pendekatan akan lebih intensif, dengan berbagai rangkaian acara yang dirancang agar semua lapisan masyarakat bisa memberikan masukan secara terstruktur.
Kegiatan yang Disiapkan untuk Mendukung Kebijakan Baru
Rangkaian acara perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, akan menjadi wadah untuk menyampaikan kebijakan baru. Sigit menyebutkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen, seperti bakti sosial, perlombaan olahraga, e-sport, dan lomba kreativitas. “Setiap acara dirancang agar bisa mencerminkan kebutuhan warga dan menunjukkan komitmen Polri untuk menjawab tantangan yang ada,” kata Sigit.
Dalam puncak perayaan, seluruh kegiatan akan diawasi secara ketat untuk memastikan efektivitas kebijakan baru. Sigit menekankan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk penyempurnaan kebijakan di masa depan. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat bisa melihat bagaimana Polri berupaya meningkatkan kinerja melalui kebijakan baru,” ujarnya. Pihaknya juga menyebutkan bahwa pengumpulan masukan akan dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya sekali dalam setahun.
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 dianggap sebagai bagian dari kebijakan baru yang lebih inklusif. Kapolri menuturkan bahwa setiap tahun, Polri melakukan evaluasi, tetapi kali ini ada penekanan pada partisipasi aktif warga. “Kebijakan baru ini memperkuat komitmen untuk menjadi mitra warga dalam pembangunan dan keamanan bersama,” tambahnya. Ia juga mengakui bahwa keterlibatan masyarakat sangat berpengaruh dalam menentukan arah pengembangan institusi kepolisian.
