Topics Covered: AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam

as-dan-israel-hanya-jadi-sumber-kerusakan-iran-serukan-tatanan-baru-negara-islam-omz

AS dan Israel sebagai Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam

Topics Covered menjadi topik utama dalam deklarasi baru yang disampaikan oleh Iran terkait peran AS dan Israel dalam mengganggu kestabilan kawasan Timur Tengah. Dalam Sesi Ke-20 Uni Parlemen Negara-Negara Islam di Baku, Mohammad Baqer Qalibaf, Ketua Parlemen Iran, menyoroti bahwa kedua negara tersebut adalah penyebab utama konflik dan ketidakseimbangan di wilayah Islam. Ia menegaskan bahwa “rezim Zionis” dan “kekuatan palsu Amerika” telah menimbulkan berbagai tekanan yang mengubah dinamika geopolitik kawasan, sehingga memerlukan pembentukan tatanan baru yang lebih adil dan kuat.

Pembelajaran dari Perang 12 Hari dan Konflik Ramadan

Dalam pidatonya, Qalibaf mengungkap bahwa perang 12 hari Juni 2025 serta konflik Ramadan yang berlangsung selama 40 hari sejak Februari memperlihatkan ketahanan rakyat Iran dalam menghadapi agresi luar. Kedua peristiwa ini dianggap sebagai pembelajaran penting bahwa kekuatan eksternal tidak bisa menekan kekuatan lokal tanpa dukungan yang konsisten. “Dari perang ini, kita melihat bahwa rezim Zionis dan Amerika sudah kehilangan kepercayaan, karena kekuatan mereka hanyalah ilusi,” ujar Qalibaf, sebagaimana dilaporkan oleh Press TV.

Menurutnya, keberhasilan Iran dalam menanggulangi ancaman tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Islam harus memiliki kemitraan yang lebih solid dan berbasis pada sumber daya lokal. Ia menekankan bahwa kekuatan politik dan militer Iran telah teruji, serta rakyatnya memiliki semangat yang tak tergoyahkan. “Kita perlu mengubah cara berpikir tentang tatanan internasional agar tidak lagi bergantung pada negara-negara yang hanya ingin memperkuat dominasi mereka,” tegasnya.

Peran Turki dan Azerbaijan dalam Membangun Kemitraan

Dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmuş dan Ketua Parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova, Qalibaf menyoroti peran Turki sebagai mitra strategis dalam mengecam tindakan agresi AS dan Israel. Ia juga menyebutkan bahwa Azerbaijan, sebagai negara yang mendukung kekuatan Islam, telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat solidaritas antar negara Timur Tengah. “Dukungan Turki menunjukkan bahwa ada negara-negara Islam yang mampu menjadi penggerak utama dalam menghadapi ancaman global,” tambah Qalibaf.

Pertemuan tersebut menggarisbawahi kebutuhan pembentukan kemitraan yang lebih kuat, terutama dalam konteks ancaman yang semakin kompleks. Qalibaf menekankan bahwa keberhasilan Iran dalam menjaga keteguhan selama lebih dari 110 hari konflik membuktikan bahwa negara-negara Islam memiliki kapasitas untuk berdiri sendiri. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Turki dan Azerbaijan dalam menjaga keseimbangan kekuasaan di kawasan tersebut.

“Kita harus membangun tatanan baru di mana kekuatan yang adil dan kuat akan dibangun oleh rakyat kita sendiri, bukan oleh rezim Zionis atau kekuatan Amerika yang terus-menerus mengintervensi kebijakan luar negeri negara-negara Islam,” ujarnya.

Menurut Qalibaf, agresi AS-Israel terhadap Iran mencapai skala yang luar biasa, bahkan melebihi beberapa perang besar di era modern. Ia menyoroti bahwa negara-negara Islam harus memiliki mekanisme pertahanan yang lebih terpadu untuk mencegah kehilangan kepentingan nasional. “Dengan kekuatan dan ketegasan yang kita tunjukkan, kita membuktikan bahwa kemitraan Islam tidak hanya terwujud dalam pidato, tetapi juga dalam tindakan nyata,” tambahnya.

Dalam konteks Topics Covered, Iran menempatkan kemitraan sebagai strategi utama untuk menegaskan identitas politik dan agama. Qalibaf mengingatkan bahwa keberhasilan tatanan baru harus didasarkan pada kepentingan bersama, bukan hanya keuntungan individu. Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan luar negeri yang konsisten dan mendukung keamanan kawasan Timur Tengah. “Dengan membangun tatanan baru, kita tidak hanya menghadapi masalah saat ini, tetapi juga mengantisipasi tantangan masa depan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *