New Policy: Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Hanasui: Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang dalam New Policy
New Policy – Sebagai bagian dari New Policy kebijakan ekspor baru, Hanasui berhasil menciptakan sejarah dalam industri kosmetik Indonesia dengan menjadi produk serum pertama yang diekspor ke Jepang. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional dan memperkuat nilai ekspor produk lokal. Dengan kehadiran tujuh varian Power Serum di pasar Jepang, Hanasui tidak hanya memperluas jaringan distribusi, tetapi juga menjadi wajah kecantikan Indonesia di tengah persaingan global yang ketat.
Langkah Strategis dalam New Policy
New Policy mendorong perusahaan lokal untuk melakukan inovasi dalam produksi dan pemasaran, dan Hanasui turut merespons dengan merancang produk yang beradaptasi dengan kebutuhan pasar Jepang. Selain membangun kolaborasi dengan mitra lokal, perusahaan ini juga melakukan riset mendalam tentang preferensi konsumen Jepang, termasuk kebiasaan perawatan kulit dan standar kualitas yang diminta. “Kami menyesuaikan formulasi serum untuk memenuhi ekspektasi Jepang, yang sangat memperhatikan keamanan dan efektivitas,” kata Kidung Jagad Wening, Kepala Brand Hanasui.
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi perluasan pasar yang dijalankan secara bertahap. Dalam New Policy, pemerintah berupaya mempercepat akses produk Indonesia ke luar negeri dengan mempermudah proses regulasi dan memastikan kualitas produksi. Hanasui menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara efektif. Dengan memanfaatkan New Policy, perusahaan ini mempercepat pengiriman serum ke 1.500 toko ritel ternama seperti Don Quijote dan AEON, yang merupakan langkah signifikan dalam membangun kepercayaan konsumen.
Pemenuhan Regulasi Global dalam New Policy
Jepang, yang dikenal sebagai salah satu pasar kecantikan paling ketat di dunia, membutuhkan produk yang telah lolos uji dermatologi dan memenuhi standar regulasi internasional. Dalam rangkaian New Policy, Hanasui mengambil langkah ekstra untuk memastikan serumnya memenuhi persyaratan dari Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA). Proses ini mencakup pengujian berulang terhadap komposisi bahan alami, keamanan, dan khasiat produk.
“New Policy memberi kami kesempatan untuk menunjukkan kompetensi produksi dan standar kualitas yang sejajar dengan produk global,” jelas Kidung Jagad Wening. Dengan kehadiran Hanasui di Jepang, ini tidak hanya memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara-negara lain di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Varian Serum yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Konsumen Jepang
Berdasarkan data Japan Cosmetics Industry Association (JCIA), hiperpigmentasi dan penuaan dini menjadi masalah utama yang diprioritaskan oleh perempuan Jepang. Untuk menjawab tantangan ini, Hanasui merancang tujuh varian Power Serum yang dirancang secara spesifik. Mulai dari BrightExpert Serum dan Bright Serum yang fokus pada pencerahan, hingga Barrier Serum untuk menguatkan pertahanan kulit, serta Acne Serum dan Post Acne Serum untuk menyembuhkan masalah jerawat dan bekasnya.
Varian Mini Pore Serum dan Peeling Serum hadir untuk memenuhi kebutuhan perawatan pori-pori besar dan tekstur kulit yang tidak rata. “Kami memastikan setiap varian serum dirancang secara holistik, memadukan bahan alami dengan teknologi modern,” tambah Kidung. Dengan New Policy sebagai pendorong, Hanasui berharap bisa menciptakan permintaan yang stabil dan membangun loyalitas konsumen di Jepang.
Respon Positif dari Pasar Global
Sejak peluncuran New Policy, Hanasui mulai menerima respons positif dari konsumen Jepang. Beberapa pengguna menyebutkan bahwa serum ini memberikan hasil yang signifikan dalam menjaga kelembapan kulit dan mengurangi kekeringan. Selain itu, kehadiran Hanasui di Jepang juga menjadi sorotan media, karena ini merupakan langkah baru dalam meningkatkan ekspor produk Indonesia ke negara-negara maju.
Keberhasilan ini berdampak pada strategi pemasaran New Policy yang lebih agresif. Dengan menjangkau pasar Jepang, Hanasui dapat memperluas jaringan distribusi ke negara-negara lain, seperti Korea Selatan dan Tiongkok. “Kami akan terus mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar, sambil memastikan kualitas yang tidak menurun,” tambah Kidung Jagad Wening. Hal ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya menjadi penjembatan ekspor, tetapi juga memperkuat daya saing produk Indonesia di tingkat global.
Harapan untuk Masa Depan dalam New Policy
Melalui New Policy, Hanasui berharap dapat menjadi pelopor dalam menunjukkan potensi produk lokal. “Kami ingin menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk meningkatkan kualitas dan memanfaatkan peluang ekspor,” ujar Kidung. Dengan keberhasilan di Jepang, perusahaan ini berencana memperluas pilihan produk dan memasuki pasar Eropa, yang dikenal memiliki standar kualitas sangat tinggi.
Keberhasilan New Policy juga didukung oleh pihak pemerintah yang terus berupaya mempermudah proses regulasi dan memberikan dukungan pemasaran. Dengan New Policy, Hanasui berharap bisa mempercepat pengembangan bisnis internasional dan menumbuhkan brand yang kuat. “Ini adalah awal dari perjalanan panjang, tetapi kami yakin bisa melangkah lebih jauh dengan komitmen yang konsisten,” pungkas Kidung Jagad Wening.
