New Policy: Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern

nasaruddin-umar-ingin-indonesia-jadi-epicentrum-peradaban-dunia-islam-modern-keq

Nasaruddin Umar Gagas New Policy untuk Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Islam Modern

New Policy – Dalam upacara wisuda ratusan santri Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah di Menara 165, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan inisiatif New Policy yang bertujuan membangun Indonesia sebagai pusat peradaban Islam modern global. Keberhasilan ini, menurutnya, memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti Yayasan Sulaimaniyah. New Policy ini diharapkan menjadi landasan untuk mengembangkan potensi keagamaan yang selaras dengan kebutuhan masa depan bangsa.

Menjadi Pusat Peradaban Islam Modern

Nasaruddin Umar menyatakan bahwa New Policy berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan keagamaan serta penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kita perlu menciptakan Indonesia yang menjadi pusat peradaban Islam modern, bukan hanya di Asia Tenggara tetapi juga secara global,” ujarnya, Selasa (16/6/2026). Ia menegaskan bahwa peradaban Islam modern tidak sekadar berbasis ajaran agama, tetapi juga mencakup inovasi dan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten.

Menurut Menteri Umar, New Policy bertujuan mengintegrasikan pendidikan Islam dengan pendidikan modern, sehingga menghasilkan generasi muda yang mampu menggabungkan tradisi dengan kemajuan teknologi. “Dengan New Policy, kita bisa menunjukkan bahwa Islam tidak ketinggalan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk ekonomi, pendidikan, dan diplomasi,” tambahnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini akan diukur dari kontribusi Indonesia dalam menginspirasi peradaban dunia.

Kolaborasi dengan Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah

Dalam kesempatan itu, Menteri Umar memberikan apresiasi khusus kepada Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah yang telah memproduksi lulusan santri berkualitas. “Yayasan ini memainkan peran penting dalam menghasilkan generasi penghafal Al-Quran yang mampu berkiprah di berbagai wilayah dunia,” ujarnya. Ia menyebut program beasiswa khusus yang diberikan yayasan sebagai salah satu bentuk implementasi New Policy, yang bertujuan memperkuat kehadiran Islam modern di tingkat internasional.

Menurut Nasaruddin, yayasan keagamaan seperti Sulaimaniyah perlu diberi ruang lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. “Karena secara diam-diam, mereka telah berjuang keras menciptakan generasi yang mampu menghafal Quran, memahami maknanya, dan menguasai ilmu nahfu sarafnya,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Sunnah Wal Jamaah sebagai dasar dari New Policy yang ingin menegaskan kekuatan identitas Islam di tengah globalisasi.

Strategi New Policy untuk Masa Depan

Sebagai bagian dari New Policy, pemerintah menargetkan pengembangan sumber daya manusia keagamaan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berani memimpin perubahan di berbagai sektor. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan lembaga keagamaan. “New Policy ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan peradaban Islam di Indonesia,” katanya.

Dalam penyusunan New Policy, Menteri Umar mengungkapkan bahwa pemerintah akan fokus pada tiga aspek utama: pendidikan, ekonomi, dan diplomasi. “Kita perlu membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan ulama, tetapi juga para pemimpin muda yang mampu mengaplikasikan ilmu agama dalam konteks kehidupan modern,” jelasnya. Ia juga menekankan peran Islam dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan menjembatani hubungan antarbangsa melalui nilai-nilai perdamaian dan kerja sama.

Sebagai contoh, New Policy mencakup program kerja sama dengan lembaga keagamaan di luar negeri untuk memperluas kehadiran kampus-kampus Islam modern. “Indonesia bisa menjadi pusat pengaruh Islam dunia dengan memperkuat kemitraan global,” kata Nasaruddin. Ia berharap lembaga seperti Yayasan Sulaimaniyah menjadi model dalam membangun sistem pendidikan yang mampu menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *