Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag – Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Begini Cara Kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag – JAKARTA – Pertanyaan umum yang muncul: apakah satu smart tag bisa digunakan bersamaan untuk iPhone dan Android? Jawabannya tergantung pada merek. Smart tag merupakan perangkat kecil yang berbasis teknologi Bluetooth Low Energy (BLE). Alat ini berguna untuk menemukan barang yang sering terlewat, seperti kunci, tas, atau koper. Pengguna hanya perlu menghubungkannya ke ponsel, lalu siap digunakan.
Proses Pelacakan di iPhone
iPhone memanfaatkan jaringan bernama Find My. Sistem ini menggabungkan seluruh perangkat Apple di seluruh dunia, memungkinkan pelacakan secara otomatis. Saat smart tag hilang, jaringan ini bekerja secara tersembunyi. Setiap iPhone, iPad, atau Mac yang melewati area smart tag akan mengirimkan data lokasi tanpa pemilik perlu mengintervensi. Informasi ini terenkripsi dan anonim, lalu muncul di aplikasi Find My.
Pasar smart tag tumbuh cepat. Dipicu oleh AirTag Apple yang diluncurkan 2021.
AirTag dari Apple paling optimal dalam jaringan ini. Harga per unit berkisar antara Rp499.000 hingga Rp600.000. Selain itu, ada pilihan smart tag pihak ketiga yang kompatibel, seperti Chipolo ONE Spot atau Pebblebee versi iOS. Produk-produk ini resmi disertifikasi oleh Apple.
Mekanisme di Android
Android menggunakan jaringan bernama Find Hub, sebelumnya dikenal sebagai Find My Device. Prinsip kerjanya mirip dengan Find My, tetapi memanfaatkan jaringan global Android. Setiap ponsel Android yang melewati smart tag akan membantu pelacakan. Data terenkripsi dan anonim, seperti pada sistem Apple. Jaringan ini gratis dan sudah terinstal di semua perangkat Android.
Smart tag yang resmi mendukung Find Hub termasuk Motorola Moto Tag, Chipolo POP/LOOP/CARD, dan Pebblebee Clip/Card/Tag Universal. Sementara itu, Samsung memiliki jaringan terpisah bernama SmartThings. SmartTag dan SmartTag+ Samsung hanya efektif di perangkat sendiri, meski bisa digunakan di ponsel Android lain dengan fitur terbatas.
Smart tag berharga rendah biasanya tidak terdaftar di Find My Apple. Mereka hanya bekerja melalui koneksi Bluetooth langsung, sehingga kurang optimal jika barang hilang jauh. Sebaliknya, AirTag tidak bisa dipasang di perangkat Android, tetapi bisa dideteksi melalui NFC untuk membaca data pemilik.
Ekosistem smart tag terus berkembang, dengan masing-masing pabrikan memiliki jaringan sendiri. Apple (Find My), Google (Find Hub), dan Samsung (SmartThings) saling terpisah. Meski privasi terjaga baik, pengguna bisa terkunci pada satu sistem. Survei menunjukkan tren: pemilik iPhone lebih cenderung memilih AirTag, sementara pengguna Android lebih fleksibel dengan pilihan lain.
