Bela Ruben Onsu – Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah

bela-ruben-onsu-betrand-peto-mengaku-pernah-ditampar-keluarga-sarwendah-vbv

Bela Ruben Onsu – Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah

Bela Ruben Onsu, putri dari Ruben Onsu dan Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan pengalaman pribadi yang menurutnya merusak reputasi sang ayah. Dalam sebuah wawancara terbaru, Bela menyatakan bahwa dirinya pernah mengalami tindakan kasar dari anggota keluarga Sarwendah, khususnya adiknya, yang dianggapnya turut andil dalam menciptakan konflik antara Ruben dan mantan istrinya. Pernyataan ini tidak hanya memicu perdebatan di media sosial, tetapi juga memperdalam isu hak asuh anak yang telah menjadi fokus utama selama beberapa bulan terakhir. Dalam konteks ini, Bela Ruben Onsu menjadi pusat perhatian karena menyampaikan suara yang berbeda dari sang ayah, yang sebelumnya dikenal sebagai figur yang konsisten menjaga hubungan harmonis dengan keluarga Sarwendah.

Kisah Perpisahan yang Menjadi Pemicu

Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terjadi setelah pernikahan mereka berakhir dan mereka sepakat membagi waktu bersama anak-anak. Namun, perlahan-lahan perselisihan terus berkembang, terutama terkait pengasuhan Betrand Peto dan Bela Ruben Onsu. Dalam wawancara terbaru, Bela mengungkapkan bahwa keputusan Ruben untuk mengambil anaknya kecil kecil dengan tindakan yang dianggapnya kasar, seperti menampar, menjadi bahan perdebatan. Ia menekankan bahwa kejadian tersebut terjadi karena adik Sarwendah yang dianggapnya terlalu memperkeras perbedaan pendapat antara dua pihak.

“Mas Tante inget gak, semua perpisahan ayah bunda, tante yg harus tanggung dosa nya, tp yg tante lakuin sudah merusak nama seorang ayah dimata anak2 nya,”

ujarnya, menggambarkan kekecewaannya terhadap keluarga Sarwendah.

Bela Ruben Onsu juga memperjelas bahwa keputusan untuk tinggal bersama Ruben, bukan Sarwendah, sekarang jadi jelas setelah ia menyampaikan pengalaman pribadinya. Ia menambahkan bahwa keluarga Sarwendah, khususnya anggota yang lebih dekat dengan anak-anak, sering kali mengungkapkan pendapat negatif terhadap Ruben, yang menurutnya berdampak pada hubungan ayah dan anak. Dalam beberapa pernyataannya, Bela berulang kali menyebutkan bahwa Ruben tidak pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya, sementara keluarga Sarwendah justru dianggap bertindak kasar.

“Y Ayah tidak pernah menampar Onyo, tante coba jelaskan knp tampar Onyo?? Pls jujur ayolah tante yg sudah buat kami hancur,”

tegasnya, mencoba mengklarifikasi narasi yang menyebar.

Perbedaan Pendapat dan Dampak pada Anak-anak

Konflik hak asuh anak ini telah mengubah dinamika keluarga Ruben Onsu. Bela Ruben Onsu, yang sebelumnya dianggap sebagai bagian dari keluarga Sarwendah, kini menjadi penentang terhadap kebijakan pengasuhan sang ayah. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami tindakan fisik dari keluarga Sarwendah, yang menurutnya memperkuat persepsi negatif terhadap Ruben. Namun, Bela juga menyatakan bahwa ia tidak pernah merasa disiksa oleh Ruben, yang kini menjadi perbedaan pendapat utama antara dua belah pihak.

“Untuk tante jangan sok jagoan. Kemaren nelp siapa dan bilang apa? Kalau sampai ayah lapor KPAI kalian akan lakukan apa?”

Bela Ruben Onsu meminta keluarga Sarwendah untuk menjelaskan perbuatan mereka terhadap anak-anak.

Sebelumnya, Betrand Peto, yang menjadi pusat perhatian dalam kasus ini, juga berperan aktif dalam menyampaikan pendapat. Bela Ruben Onsu dan Betrand sering kali menyebutkan keputusan mereka bersama Ruben untuk memperjelas bahwa tindakan yang dianggap kasar terjadi karena keluarga Sarwendah. Mereka mengatakan bahwa keputusan untuk tinggal bersama Ruben, bukan Sarwendah, sekarang jadi terbuka setelah pengalaman mereka diketahui publik.

“Onyo gak pernah begini, tp ini udh keterlaluan,”

ungkap Bela Ruben Onsu dalam unggahannya, menegaskan bahwa ia berusaha menjaga keharmonisan, tetapi kini merasa wajib bersuara.

Reaksi Publik dan Analisis Konflik

Penyampaian Bela Ruben Onsu telah memicu reaksi beragam dari masyarakat. Beberapa orang mendukung pernyataannya, menyebutkan bahwa anak-anak perlu memiliki suara dalam konflik yang melibatkan orang tua. Namun, ada pihak lain yang menilai bahwa Bela dan Betrand perlu menjelaskan secara lebih rinci tentang kejadian yang dianggap mereka alami.

“Bela Ruben Onsu dan Betrand Peto mencoba memperjelas bahwa pengalaman mereka bersama Ruben lebih baik daripada yang dijelaskan oleh Sarwendah,”

kata salah satu netizen dalam komentar di media sosial. Dengan kata-kata yang tajam, Bela Ruben Onsu mencoba menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dianiaya oleh Ruben, meski kejadian yang menimpa dirinya dianggap lebih terang.

Analisis konflik ini menunjukkan bahwa peran Bela Ruben Onsu sangat signifikan dalam menyelesaikan isu hak asuh. Ia menjadi pengambilan suara dari anak-anak, yang dianggap mampu memberikan perspektif lebih objektif. Namun, pernyataannya juga memperkuat persepsi bahwa keluarga Sarwendah sering kali menjadi pihak yang menimbulkan ketegangan. Dalam beberapa minggu terakhir, Bela Ruben Onsu telah menjadi simbol dalam diskusi tentang keadilan pengasuhan anak dan peran orang tua dalam konflik rumah tangga.

“Bela Ruben Onsu menceritakan pengalaman yang dianggapnya memberi wawasan baru tentang hubungan Ruben dan Sarwendah,”

tulis seorang pengamat dalam artikel media lain.

Histori Konflik dan Perkembangan Terkini

Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah sebenarnya dimulai sejak tahun 2020, ketika mereka memutuskan untuk bercerai. Namun, konflik ini semakin memanas setelah munculnya pernyataan Bela Ruben Onsu yang menegaskan bahwa dirinya pernah ditampar oleh keluarga Sarwendah. Selama beberapa bulan, Bela dan Betrand menunjukkan perbedaan pendapat terhadap tindakan Ruben, yang sering kali dianggap tidak adil.

“Bela Ruben Onsu memperjelas bahwa kejadian itu terjadi karena keluarga Sarwendah, bukan Ruben sendiri,”

terangnya, dalam postingan terbaru. Pernyataan ini menambah kompleksitas dalam kasus hak asuh anak yang sudah terjadi sejak perpisahan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *