Topics Covered: Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Kreasa Fest 2026: Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital dengan Topics Covered
Topics Covered – Kreasa Fest 2026 menjadi ajang penting bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Tarumanagara (Untar) dalam mempromosikan budaya Indonesia di tengah kemajuan teknologi digital. Dengan konsep “Topics Covered” sebagai fokus utama, acara ini menawarkan ruang bagi generasi muda untuk menggali potensi kreatif dan inovatif dalam mengkomunikasikan nilai-nilai budaya kepada masyarakat luas. Keberhasilan penyelenggaraan acara ini menunjukkan komitmen institusi pendidikan untuk melahirkan profesional komunikasi yang mampu menyesuaikan tradisi dengan tuntutan dunia digital.
Peran Mahasiswa dalam Mempertahankan Budaya di Zaman Digital
Kreasa Fest 2026 digelar sebagai bagian dari Communication Week 2026, dengan tema “Budaya Menginspirasi, Generasi Beraksi.” Acara ini bertujuan membangun kesadaran bahwa budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga perlu diaktifkan melalui media sosial, konten digital, dan inovasi komunikasi. Mahasiswa diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengemas tradisi Indonesia menjadi bentuk konten yang menarik, membangkitkan minat generasi muda, serta menghadirkan identitas budaya secara modern. Dalam konteks ini, “Topics Covered” menjadi elemen utama yang menggambarkan berbagai aspek budaya yang diangkat melalui karya-karya mahasiswa.
Sebagai pengisi acara, para peserta Kreasa Fest 2026 menampilkan berbagai karya yang mencakup konten visual, narasi digital, dan strategi komunikasi. Hal ini sejalan dengan “Topics Covered” yang melibatkan diskusi tentang bagaimana budaya bisa diterjemahkan ke dalam format yang relevan dengan dunia digital. Misalnya, dalam kompetisi PRASASTI (Public Relations), peserta diwajibkan mengembangkan strategi pemasaran budaya yang mampu menjangkau audiens global. Sementara itu, kompetisi LENTERA (Advertising) menuntut kreativitas dalam merancang iklan yang menggabungkan nilai lokal dengan estetika kontemporer.
Menurut Dekan Fikom Untar, Sinta Paramita, budaya harus terus dihidupkan melalui peran aktif generasi muda. “Topics Covered” dalam Kreasa Fest 2026 menjadi sarana untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menciptakan komunikasi budaya yang efektif. Ia menegaskan bahwa teknologi digital bukan penghalang, melainkan alat yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan budaya secara luas dan kreatif. “Kami ingin melihat mahasiswa mengembangkan pendekatan yang selaras dengan perubahan media,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (11/6/2026).
Penyelenggaraan Acara yang Melibatkan Berbagai Sektor
Kreasa Fest 2026 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh dari industri kreatif, akademisi, dan pemerintahan. Kehadiran Janoe Arijanto, mantan CEO Dentsu One Indonesia, menambah bobot acara ini sebagai wadah diskusi yang multidisiplin. Ia memaparkan bagaimana media sosial dan platform digital bisa menjadi jembatan antara budaya lokal dengan pasar internasional. “Kreativitas harus selalu menyesuaikan diri dengan tren teknologi,” kata Janoe, dalam sesi talkshow yang membahas “Topics Covered” terkini.
Dalam kesempatan yang sama, kreator konten Andovi da Lopez menyebutkan bahwa “Topics Covered” dalam Kreasa Fest 2026 menggambarkan keberagaman cara mengkomunikasikan budaya. Ia mengatakan, acara ini menantang mahasiswa untuk tidak hanya menghargai tradisi, tetapi juga menciptakan inovasi yang bisa berdampak jangka panjang. “Budaya Indonesia harus diperkenalkan dengan cara yang relevan dan menarik, seperti video pendek, podcast, atau desain digital,” tambahnya. Sesi ini menjadi pembelajaran praktis bagi peserta tentang pentingnya adaptasi dalam komunikasi budaya.
Sebagai bagian dari Kreasa Fest 2026, lomba AKSARA (Journalism) juga mengusung “Topics Covered” dalam berita budaya. Peserta diminta menyajikan cerita tentang tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya dengan gaya jurnalistik yang menarik dan informatif. Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keberhasilan acara ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan komunikasi bisa menjadi penopang utama dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di dunia internasional.
Kreasa Fest 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi di bidang komunikasi budaya. Dengan mengusung “Topics Covered” sebagai fokus utama, acara ini bisa menjadi referensi untuk pengembangan komunikasi budaya di era digital. Tidak hanya itu, Kreasa Fest 2026 juga diharapkan menjadi platform untuk memperkuat koneksi antara akademisi, industri kreatif, dan masyarakat luas. Melalui karya-karya yang ditampilkan, acara ini memperlihatkan bagaimana budaya Indonesia bisa tetap relevan dan inovatif di tengah perubahan teknologi yang pesat.
