Visit Agenda: BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3

bki-dan-asdp-perkuat-sinergi-keselamatan-kerja-melalui-audit-smk3-hre

BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3

Visit Agenda – Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), acara Visit Agenda diadakan oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama antara kedua lembaga untuk mengaudit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di tiga lokasi cabang, yaitu Kupang, Ternate, dan Ambon. Visit Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memastikan standar K3 diterapkan secara konsisten di seluruh operasional perusahaan, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kebijakan K3. Acara ini diharapkan menjadi pondasi untuk membangun ekosistem pengelolaan K3 yang lebih efektif, baik di tingkat perusahaan maupun nasional.

Kerja Sama dalam Rangka Memenuhi Regulasi Nasional

Kick Off Meeting Visit Agenda dilaksanakan di Aula Bhineka, kantor pusat BKI, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para pemimpin manajemen dari kedua perusahaan, termasuk Direktur Utama BKI Benny Susanto dan Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano. Dalam sambutannya, Benny Susanto menegaskan bahwa Visit Agenda ini adalah bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan keselamatan kerja dan menjaga kesehatan pekerja secara sistematis. “Kemitraan ini memastikan semua unit operasional di bawah ASDP akan mengikuti standar SMK3 yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Audit SMK3 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi acuan utama dalam Visit Agenda ini. BKI, sebagai lembaga auditor resmi, bertugas memeriksa implementasi SMK3 di masing-masing cabang ASDP. Proses ini mencakup evaluasi terhadap dokumen, kebijakan, dan praktik di lapangan. Dengan demikian, Visit Agenda tidak hanya sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas manajemen K3 di ASDP.

Pembangunan Ekosistem K3 Nasional

Kegiatan Visit Agenda selaras dengan tema Bulan Keselamatan Kerja Nasional (BKKN) 2026, “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Tema ini menggambarkan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam memastikan keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Benny Susanto menyampaikan bahwa audit SMK3 akan menjadi bagian dari upaya ASDP untuk memperkuat sistem manajemen yang berkelanjutan dan berbasis riset. “Dengan Visit Agenda, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan minim risiko,” terangnya.

Di sisi ASDP, Yossianis Marciano menekankan bahwa Visit Agenda menjadi wadah untuk mengukur kinerja manajemen K3 di berbagai unit. “Kami berharap hasil audit ini menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas layanan keamanan dan kesehatan bagi karyawan serta penumpang,” tambahnya. Pemerintah telah menetapkan BKI sebagai lembaga yang menangani audit SMK3, sehingga kerja sama ini menegaskan peran BKI sebagai mitra strategis dalam pengelolaan K3 nasional. Dalam Visit Agenda, para peserta juga membahas upaya memastikan keselamatan kerja bagi tenaga medis di garda depan, terutama dalam situasi darurat.

Pengembangan Kebijakan dan Pelatihan K3

Kegiatan Visit Agenda tidak hanya fokus pada evaluasi, tetapi juga melibatkan diskusi tentang kebijakan dan pelatihan K3. BKI mengusulkan adanya program pelatihan rutin bagi manajemen ASDP untuk meningkatkan pemahaman tentang SMK3. “Sistem manajemen harus diterapkan secara berkelanjutan, bukan sekadar formalitas,” tegas Benny Susanto. Dalam sesi ini, kedua perusahaan juga sepakat menetapkan kerangka kerja yang lebih terstruktur, termasuk pembagian tugas dan tanggung jawab dalam mengevaluasi pelaksanaan SMK3.

Para peserta Visit Agenda juga menyampaikan rencana pengembangan sistem pelaporan insiden kecelakaan kerja secara digital. Hal ini diharapkan mempercepat proses evaluasi dan meningkatkan responsibilitas manajemen terhadap masalah K3. Selain itu, BKI menawarkan bantuan teknis dalam menyusun laporan audit yang lebih komprehensif, termasuk data statistik kecelakaan kerja di tiga cabang ASDP. “Kami berharap Visit Agenda ini menjadi awal dari upaya kolaboratif yang berkelanjutan,” tutur Yossianis Marciano.

“Komitmen ASDP dalam menerapkan SMK3 di tiga cabang menunjukkan keseriusan dalam menjaga standar K3. Visit Agenda kali ini menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan kerja menjadi bagian dari budaya perusahaan,” ujar Benny Susanto. Pemerintah telah meminta BKI untuk mengawasi penerapan SMK3 sebagai bagian dari upaya menekan kecelakaan kerja di sektor transportasi laut. Dengan sinergi yang terjalin, kedua lembaga berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan K3 dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional.

Visit Agenda ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara BKI dan ASDP. Dengan audit SMK3 yang berkelanjutan, kedua pihak berharap menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan minim risiko. Dalam Visit Agenda, BKI dan ASDP menegaskan komitmen mereka untuk menjaga keberlanjutan standar K3, sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja dan penumpang. Proses audit ini tidak hanya untuk mengevaluasi, tetapi juga untuk menginspirasi peningkatan kualitas manajemen K3 di lingkungan kerja sektor transportasi dan logistik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *