Important Visit: Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi

liliana-tanoesoedibjo-ciptakan-12-lagu-rohani-baru-untuk-konser-tehillim-dari-perjalanan-kuliah-s2-teologi-zkm

Important Visit: Liliana Tanoesoedibjo Kembangkan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim

Important Visit – Konser rohani yang diberi nama The Heart of Worship digelar di iNews Tower, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Acara ini menjadi momen penting dalam Important Visit Liliana Tanoesoedibjo, tokoh penting di MNC Group, yang mempersembahkan 12 karya musik rohani orisinal sebagai bagian dari tugas akhir studi Magister Teologi di STT Kingdom. Dengan pengalaman spiritual yang terus berkembang, Liliana menggabungkan ilmu teologi dengan seni musik untuk menciptakan lagu-lagu yang menginspirasi dan bermakna dalam pujian kepada Tuhan.

Bakal Memberikan Pengalaman Ibadah yang Unik

Konser ini dirancang sebagai bentuk ekspresi iman yang lebih mendalam, menggabungkan elemen pujian rohani dengan kesenian musik modern. Liliana menjelaskan bahwa setiap lagu yang dipentaskan pada acara ini tidak hanya berasal dari studi S2 Teologi, tetapi juga dari perjalanan spiritual pribadinya. Important Visit ini diharapkan bisa menjadi sarana baru bagi masyarakat umum untuk merasakan kekaguman terhadap keindahan iman dan alkitab.

“Pada kesempatan Important Visit ini, kami ingin menyampaikan bahwa konser Tehillim ini adalah bagian dari tugas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi Magister Teologi,” ujar Liliana dalam konferensi pers yang diadakan di MNC Conference Hall.

Dalam proses menciptakan lagu-lagu ini, Liliana terinspirasi oleh perayaan ibadah, kutipan firman Tuhan, dan kehidupan rohani yang terus berkembang. Ia menyebut bahwa konser ini merupakan bentuk pengaplikasian ilmu yang telah dipelajarinya di STT Kingdom, sekaligus mencoba menyelesaikan tugas akhir dengan karya yang lebih kreatif. “Awal dari ide konser ini adalah kerinduan untuk mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi Tuhan, dengan talenta yang telah Ia berikan kepada kita,” tambahnya.

Pengalaman Kreatif dalam Perjalanan Studi Teologi

Dalam perjalanan kuliah S2 Teologi, Liliana menekankan bahwa proses kreatif ini bukan sekadar pengalaman pribadi, tetapi juga bentuk kolaborasi dengan tim dan peserta konser. Ia menjelaskan bahwa 12 lagu rohani yang dipentaskan merupakan hasil dari studi mendalam tentang kitab Mazmur, sekaligus menggabungkan inti ajaran teologi dengan kesenian musik. “Lagu-lagu ini menjadi sarana ekspresi iman yang lebih menyentuh, dengan harmoni antara bunyi dan makna,” ujarnya.

“Tujuan utama dari konser ini adalah untuk memperkaya pengalaman ibadah dengan pendekatan yang lebih inovatif. Dengan Important Visit ini, kami ingin menunjukkan bahwa pujian rohani bisa menjadi bentuk pencerahan iman yang tidak hanya personal, tetapi juga kolektif,” tutur Liliana.

Konser Tehillim ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh rohaniawan dan komunitas seni di Indonesia. Peserta diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam pujian dan pengalaman ibadah, sekaligus menikmati karya-karya yang diproduksi dari studi Magister Teologi. “Makna dari Important Visit ini adalah bagaimana ilmu teologi bisa menjadi perwujudan kehidupan iman yang nyata, melalui seni musik,” lanjutnya.

Harapan untuk Masa Depan Ibadah Rohani

Liliana menargetkan bahwa konser ini bisa menjadi contoh terbaik dalam menggabungkan seni dan teologi. Ia berharap karya-karya ini bisa berdampak positif dalam komunitas dan menjadi inspirasi bagi para peserta yang ingin meraih ekspresi iman secara lebih kreatif. “Dengan Important Visit ini, kami ingin membuka jalan baru untuk pengembangan ibadah rohani yang modern namun tetap mempertahankan esensi keagamaan,” tambahnya.

“Kami yakin, setiap lagu yang dipentaskan akan menjadi bagian dari perjalanan spiritual peserta dan penonton. Dari Important Visit ini, kami berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk merenungkan makna pujian dalam kehidupan iman mereka,” ujarnya.

Sebagai bagian dari perjalanan studi S2 Teologi, konser Tehillim ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi penerapan ilmu yang telah dipelajari. Liliana mengakui bahwa proses kreatif ini membutuhkan waktu yang cukup lama, namun hasilnya sangat memuaskan. “Important Visit ini memberi kesempatan bagiku untuk mengeksplorasi kreativitas dan memperkuat hubungan dengan Tuhan melalui musik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *