Catat! CFD Sudirman-MH Thamrin Ditiadakan Pekan Ini
Catat! CFD Sudirman-MH Thamrin Ditiadakan Pekan Ini
Catat CFD Sudirman MH Thamrin Ditiadakan – CFD Sudirman-MH Thamrin, yang biasanya menjadi momen penuh kegiatan budaya dan ekonomi di Jakarta, akan ditiadakan pada pekan ini. Pemerintah DKI Jakarta mengambil keputusan tersebut sebagai bagian dari penyesuaian jadwal pelaksanaan Car Free Day (CFD) guna menghindari bentrok dengan hari besar keagamaan. Dalam pernyataan Instagram @dishubdkijakarta, disebutkan bahwa keputusan ini diambil karena Hari Raya Waisak 2570 jatuh tepat pada hari Minggu, 31 Mei 2026.
Penyesuaian Jadwal dan Alasan Pemutusan CFD
Keputusan untuk menunda CFD Sudirman-MH Thamrin mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang pelaksanaan Hari Besar Keagamaan dan Budaya (HBKB). Dalam aturan ini, kegiatan CFD dibatasi agar tidak mengganggu penggunaan jalan oleh masyarakat selama hari raya. Penyesuaian waktu juga memastikan pengalihan kendaraan dan penggunaan jalan yang lebih efisien. Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol lalu lintas dan menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung.
“CFD Sudirman-MH Thamrin ditiadakan karena Hari Raya Waisak 2570 jatuh pada hari Minggu, 31 Mei 2026. Kami memastikan kegiatan ini tidak mengganggu proses ibadah masyarakat,” tulis keterangan Instagram @dishubdkijakarta, yang dikutip pada Kamis (28/5/2026).
Kebijakan Baru untuk CFD Sudirman-MH Thamrin
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan bahwa perubahan jadwal CFD Sudirman-MH Thamrin berlaku mulai bulan Juni 2026. Waktu pelaksanaan kegiatan ini diatur ulang menjadi pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB, yang merupakan pergeseran dari jadwal biasa. Selain itu, CFD di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, juga disesuaikan agar tidak mengganggu aktifitas ibadah, dengan waktu yang dimulai lebih awal, yaitu pukul 05.30 WIB sampai 09.00 WIB.
“Dengan menyesuaikan waktu CFD, kami ingin memastikan kegiatan ini tidak menghambat proses keagamaan. Terutama di Sudirman-Thamrin, di mana kegiatan Waisak akan dilakukan di sepanjang jalur utama,” ujar Anies Baswedan saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu (17/5/2026).
Pelaksanaan CFD di Jakarta memiliki sejarah panjang sejak tahun 2003, dimulai sebagai bentuk pengurangan polusi udara dan peningkatan kenyamanan bagi masyarakat. Namun, seiring waktu, kegiatan ini juga menjadi ajang kegiatan ekonomi dan budaya, dengan berbagai festival, pameran, serta pertunjukan seni. Penyesuaian jadwal terbaru ini akan memengaruhi kegiatan rutin yang biasa diadakan di jalur tersebut, termasuk Catat CFD Sudirman-MH Thamrin yang selama ini menjadi daya tarik utama.
Langkah Pemprov DKI Jakarta untuk Pemulihan Jadwal
Dishub DKI Jakarta menyatakan bahwa keputusan menunda CFD Sudirman-MH Thamrin merupakan langkah adaptif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Keputusan ini juga sejalan dengan rencana pengaturan jadwal CFD secara menyeluruh, dengan penerapan hari libur keagamaan sebagai pertimbangan utama. Di samping itu, pihaknya menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, agar pengalihan kendaraan dan kegiatan lalu lintas tetap terjaga selama kegiatan CFD berlangsung.
Pemutusan CFD di Sudirman-MH Thamrin akan berdampak pada ketersediaan ruang jalan untuk masyarakat. Namun, pemerintah menyatakan bahwa kegiatan ini akan diadakan pada waktu yang lebih sesuai, sehingga tidak mengganggu kehidupan masyarakat. Penyesuaian ini juga memberikan ruang bagi pemulihan infrastruktur jalan dan pengaturan kendaraan bermotor yang lebih optimal.
CFD Sudirman-MH Thamrin, yang biasanya diadakan setiap hari Minggu, menjadi tempat paling diminati oleh masyarakat. Dengan penyesuaian waktu, kegiatan ini akan tetap bisa diikuti oleh warga, meski dengan perubahan pola penggunaan ruang jalan. Dishub DKI Jakarta juga sedang mempersiapkan penyesuaian untuk kegiatan CFD lainnya, seperti di kawasan Senayan dan Bundaran HI, agar tidak bertepatan dengan hari raya besar.
