Important Visit: Anggota TNI Bakal Sikat Begal di Jakarta, DPR: Harus Atas Permintaan Polri
Important Visit: Anggota TNI Bakal Sikat Begal di Jakarta, DPR: Harus Atas Permintaan Polri
JAKARTA, 27 Mei 2026
Important Visit ke Jakarta menjadi sorotan publik setelah anggota TNI diumumkan akan turut serta dalam operasi pemberantasan kejahatan jalanan. DPR RI menyatakan bahwa peningkatan kehadiran TNI dalam upaya mengatasi begal di Ibu Kota memerlukan persetujuan resmi dari Kepolisian. “Important Visit ini menunjukkan kepedulian TNI terhadap situasi keamanan, tapi harus diawali dengan koordinasi yang jelas antara lembaga keamanan,” jelas TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR, Rabu (27/5/2026).
“Tanpa ada perintah atau permintaan dari Polri, keberadaan TNI di lapangan bisa disalahartikan sebagai intervensi tanpa dasar hukum,” tambah Hasanuddin. Ia menekankan bahwa efektivitas operasi keamanan bergantung pada sinergi antara dua institusi, dengan Polri tetap bertindak sebagai penegak hukum utama.
Sebagai bagian dari important visit ini, Kodam Jaya telah menggelar operasi bersama polisi untuk menangani kasus begal yang meresahkan masyarakat. Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol (Arh) Noor Iskak menjelaskan bahwa batalyon tempur Kodam Jaya ikut mendukung tugas Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya. “Kami memastikan kekuatan TNI siap beroperasi di area rawan, bersama dengan satuan-satuan lain seperti Koramil dan Kodim,” tutur Iskak, Kamis (28/5/2026).
Kerja Sama TNI-Polri dalam Operasi Anti-Begal
Important Visit ke Jakarta ini menunjukkan komitmen TNI dalam membantu polisi menekan tingkat kriminalitas. Kepala Divisi Humas Polri, yang juga terlibat dalam important visit, mengungkapkan bahwa TNI akan berperan sebagai penjaga keamanan di jalanan, sementara polisi fokus pada penindasan dan penuntutan. “Kerja sama antara TNI dan polisi harus terjalin secara efektif agar operasi anti-begal berjalan lancar,” kata dirinya dalam wawancara terpisah.
Dalam upaya menjaga koordinasi, Polri menyatakan akan mengeluarkan instruksi operasional untuk memastikan kehadiran TNI dilakukan secara terencana. Iskak menambahkan bahwa operasi ini juga melibatkan peningkatan patroli di area-area dengan potensi tinggi serangan begal. “Situasi di Jakarta membutuhkan kehadiran TNI sebagai penjaga keamanan tambahan,” ujarnya.
Data dan Hasil Operasi Anti-Begal
Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya melaporkan bahwa dalam empat hari terakhir, 173 tersangka berhasil ditangkap. Dari jumlah tersebut, 38 orang ditangkap secara langsung oleh tim, sementara 135 lainnya diungkap oleh polisi di tingkat Polres. “Important Visit ke Jakarta memberikan dorongan besar untuk meningkatkan operasi anti-begal, karena keberhasilan ini bisa memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan,” imbuh Kombes Pol Iman Imanuddin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Iman Imanuddin juga menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat bertujuan memperkuat rasa aman warga. “Kami berharap peningkatan kehadiran TNI bisa menjadi penjaga tambahan, terutama di saat jam sibuk seperti pagi hari atau malam hari,” lanjutnya. Ia menyatakan bahwa operasi ini akan dilanjutkan hingga tingkat kejahatan jalanan menurun signifikan.
Di sisi lain, masyarakat Jakarta menyambut baik kehadiran TNI dalam penegakan hukum. Banyak warga mengapresiasi upaya ini karena menurunkan kecemasan terhadap aksi begal yang sering terjadi di sekitar tempat umum. “Important Visit ini memberi harapan bahwa keamanan akan lebih terjaga, terutama di daerah yang rentan serangan,” kata seorang warga, Andi, 25 tahun, yang tinggal di sekitar Bundaran HI.
Kerja sama antara TNI dan Polri dalam important visit ini juga diharapkan bisa menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia. Pengamat keamanan, Dr. Dian Pramono, menilai bahwa strategi ini menggabungkan kekuatan dua institusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. “Koordinasi yang baik antara TNI dan polisi adalah kunci keberhasilan penegakan hukum di tingkat daerah,” katanya.
