Gejolak Baru di Timur Tengah, Harga Minyak Meroket Nyaris 4%
Gejolak Baru di Timur Tengah Dorong Harga Minyak Meroket
Beritasosial.com – JAKARTA – Gejolak Baru di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak hampir 4% pada perdagangan Kamis (7/8) setelah parlemen Iran membahas rancangan undang-undang yang mengusulkan pelarangan kapal-kapal milik Amerika Serikat (AS), Israel, dan negara lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz. Wacana tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global melalui salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Para pelaku pasar minyak masih berfokus pada perkembangan hubungan AS dan Iran. Semakin lama penyelesaian tertunda, semakin besar peluang harga minyak kembali menguat, ujar Dennis Kissler, Senior Vice President of Trading BOK Financial, dikutip dari Reuters pada Jumat (7/8/2026). Sentimen positif bagi harga minyak ini juga diperkuat oleh pertanyaan strategis dari pasar: Saudi Potong Harga Minyak Mentah ke Asia di Tengah Isu Damai Hormuz! Strategi Rebut Pasar?
Detail Kenaikan Harga Minyak Mentah
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka ditutup naik USD3,09 atau 3,89% menjadi USD82,54 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat USD2,49 atau 3,31% ke level USD77,71 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Laporan kantor berita Fars menyebutkan salah seorang anggota parlemen Iran mengungkapkan komite parlemen sedang mengkaji rancangan awal undang-undang yang melarang kapal AS, Israel, dan kapal negara lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz. Rancangan tersebut juga mengusulkan sanksi berupa denda hingga 20% dari nilai muatan kapal bagi pihak yang melanggar.
“Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Sebelum konflik Iran pecah pada akhir Februari, sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global setiap hari melintasi selat tersebut,” jelas sumber dari parlemen Iran.
Karena itu, setiap ancaman terhadap keamanan pelayaran di kawasan langsung memengaruhi sentimen pasar energi internasional. Investor mulai memperhitungkan risiko geopolitik yang dapat mengganggu rantai pasok energi global dalam jangka pendek maupun panjang.
FAQ: Gejolak Baru di Timur Tengah dan Dampaknya
Apa yang dimaksud dengan rancangan undang-undang Iran? Rancangan undang-undang tersebut mengusulkan pelarangan kapal-kapal AS, Israel, dan negara bermusuhan lainnya untuk melintasi Selat Hormuz, dengan sanksi denda hingga 20% dari nilai muatan bagi pelanggar.
Berapa persen harga minyak naik? Harga minyak mentah Brent naik 3,89% menjadi USD82,54 per barel, sementara WTI AS menguat 3,31% ke USD77,71 per barel.
Mengapa Selat Hormuz penting bagi pasar energi? Sebelum konflik Iran pecah pada akhir Februari, sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global setiap hari melintasi selat tersebut, menjadikannya jalur vital perdagangan energi dunia.
Kapan konflik Iran dimulai? Konflik Iran pecah pada akhir Februari 2026, yang kemudian memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Siapa yang memberikan komentar tentang dampak gejolak terhadap harga minyak? Dennis Kissler, Senior Vice President of Trading BOK Financial, menyatakan bahwa semakin lama penyelesaian tertunda, semakin besar peluang harga minyak kembali menguat.
