DTKJ Dorong Pemprov DKI dan Transjakarta Gunakan Karoseri Lokal untuk Pengadaan 10.000 Bus Listrik
DTKJ Dorong Pemprov DKI dan Transjakarta Perkuat Karoseri Lokal
Beritasosial.com – Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) secara resmi mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Transjakarta untuk memprioritaskan karoseri lokal dalam megaproyek pengadaan 10.000 bus listrik. Langkah strategis ini dinilai tidak hanya mendukung pencapaian target emisi nol bersih, tetapi juga menjamin kelancaran operasional layanan transportasi umum di ibu kota. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DTKJ Sugihardjo dalam Talk Show Interaktif bertajuk “Kesiapan Industri Karoseri Dalam Negeri guna Mendukung Elektrifikasi Angkutan Umum di Jakarta”. Acara yang diselenggarakan oleh Jabodetabek Transport Community (JTC) bersama Askarindo dan DTKJ ini berlangsung di GIIAS, Tangerang.
Keunggulan Karoseri Lokal untuk Armada Listrik
Menurut Sugihardjo, penggunaan karoseri lokal memberikan berbagai keuntungan signifikan bagi Pemprov DKI dan Transjakarta. “Kami mendorong Pemprov DKI untuk lebih memperhatikan produksi lokal yang bisa menyerap lapangan kerja,” jelas Sugihardjo. Dari perspektif operasional, karoseri lokal menawarkan jaminan layanan purna jual (after-sales) yang lebih cepat dan terukur. Lebih dari itu, karoseri lokal telah memiliki standar keamanan dan keselamatan tinggi yang sepenuhnya sesuai dengan standar internasional. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (6/7/2026) dan mendapat respons positif dari para peserta diskusi.
“Karoseri lokal sudah punya standar keamanan dan keselamatan tinggi yang sepenuhnya sesuai dengan standar internasional,” ujar Sugihardjo.
DTKJ memandang bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui mekanisme Public Service Obligation (PSO) harus memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Dengan mengedepankan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Pemprov DKI Jakarta dapat memastikan anggaran pengadaan armada tidak mengalir ke luar negeri, melainkan kembali terserap oleh masyarakat lokal. Hal ini akan menggerakkan roda perekonomian daerah dan menciptakan multiplier effect yang positif bagi industri otomotif nasional.
Forum diskusi yang dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Staf Khusus Gubernur DKI, Askarindo, dan manajemen Transjakarta ini juga membahas tantangan infrastruktur pendukung. Meskipun beberapa halte di luar Jakarta belum sepenuhnya lengkap, Pramono mengonfirmasi bahwa Transjabodetabek tetap akan beroperasi sesuai jadwal. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat krusial untuk memastikan keberhasilan implementasi program elektrifikasi transportasi ini.
Regulasi yang mewajibkan pelibatan karoseri lokal dalam lelang pengadaan bus listrik diharapkan segera dirumuskan sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap industri kebanggaan Indonesia. Langkah ini akan memberikan kepastian hukum bagi produsen lokal dan mendorong inovasi dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik. DTKJ juga merekomendasikan pembentukan tim teknis bersama untuk memantau implementasi kebijakan ini secara berkelanjutan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pengadaan Bus Listrik
Berapa jumlah bus listrik yang akan dioperasikan Transjakarta? Transjakarta menargetkan pengadaan 10.000 bus listrik dalam kerangka megaproyek elektrifikasi transportasi umum di Jakarta.
Apa peran DTKJ dalam program ini? DTKJ berperan sebagai penggerak kebijakan yang mendorong Pemprov DKI dan Transjakarta untuk memprioritaskan karoseri lokal dalam pengadaan armada.
Berapa tanggal Talk Show Interaktif tersebut digelar? Talk Show Interaktif “Kesiapan Industri Karoseri Dalam Negeri guna Mendukung Elektrifikasi Angkutan Umum di Jakarta” digelar pada Kamis, 6 Juli 2026.
Apakah regulasi pelibatan karoseri lokal sudah ada? Regulasi yang mewajibkan pelibatan karoseri lokal dalam lelang pengadaan bus listrik masih dalam proses perumusan sebagai bentuk keberpihakan terhadap industri nasional.
