Netanyahu Sesumbar Tak Takut Ditangkap oleh Banyak Negara karena Dilindungi Pasukan Khusus Israel

d29340d9-2a8b-43c8-8c2d-e7c66d09f708-0

Netanyahu Ungkap Keyakinan Ditangkap ICC Tak Mengganggu, Pasukan Khusus Israel Siap Melindungi

Beritasosial.com – Perjalanan udara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melintasi wilayah beberapa negara anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC) baru-baru ini telah memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Kritikus menuduh pemerintah negara-negara tersebut membiarkan pemimpin yang statusnya sebagai buronan internasional untuk melewati teritorial mereka.

Pesawat resmi pemerintah Israel yang dikenal sebagai Wing of Zion meninggalkan Israel pada hari Senin. Pesawat ini kemudian melewati langit Yunani, Italia, dan Prancis sebelum melanjutkan pelayaran melintasi Samudra Atlantik. Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang beredar luas di platform media sosial, pesawat tersebut juga memasuki ruang udara Kanada sebelum akhirnya mendarat di Amerika Serikat.

Wawancara Eksklusif dengan Sean Hannity

Dalam sebuah sesi wawancara yang disiarkan pada Rabu, 29 Juli 2026, Netanyahu secara terbuka membahas kekhawatiran potensial terkait surat perintah penangkapan dari ICC. Pembawa acara Fox News sekaligus sahabat dekatnya selama puluhan tahun, Sean Hannity, mengajukan pertanyaan langsung.

“Itu memang membuat saya memikirkannya. Misalnya, saat Anda bepergian ke luar negeri, semoga saja tidak terjadi, tetapi jika Anda mengalami keadaan darurat medis dan harus mendarat di negara yang mengakui ICC, hal itu bisa menimbulkan masalah. Apakah Anda khawatir soal itu?” tanya Hannity.

Netanyahu menjawab dengan jujur bahwa ia memang mempertimbangkan kemungkinan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa Israel memiliki kekuatan militer yang handal untuk mengatasi situasi semacam itu.

“Ya, saya memikirkannya. Tapi kami punya pasukan khusus. Saya sendiri pernah bertugas selama lima tahun,” lanjut Netanyahu.

Hannity kemudian menyoroti kekuatan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Netanyahu merespons dengan keyakinan, menyatakan bahwa pasukan tersebut siap menerima misi tambahan jika diperlukan.

Surat Perintah Penangkapan ICC dan Reaksi Netanyahu

Pada 21 November 2024, pengadilan yang berpusat di Den Haag resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu. ICC menyimpulkan adanya dasar kuat untuk meyakini bahwa Perdana Menteri Israel bertanggung jawab secara pidana atas dugaan kejahatan perang. Salah satu tuduhan utama adalah penggunaan kelaparan sebagai strategi perang. Selain itu, ICC juga menuduh Netanyahu terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, penganiayaan, dan berbagai tindakan tidak manusiawi lainnya yang terjadi di Gaza.

Merespons tuduhan tersebut, Netanyahu tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan. Ia bahkan menyebut sistem internasional saat ini mengalami bentuk korupsi tertentu.

“Ini adalah bentuk korupsi dalam sistem internasional. Sebuah birokrasi yang tidak dipilih rakyat, yang berkantor di Den Haag, bisa saja menangkap tentara Amerika. Padahal, Amerika sendiri tidak mengakui lembaga yang korup ini, sama seperti kami,” kata Netanyahu kepada Hannity.

Perjalanan Netanyahu ke Washington ini juga bertujuan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih pada hari Selasa. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membahas berbagai isu penting antara kedua negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *