PGN Dukung Pengembangan Ekosistem Daur Ulang di Cilegon

PGN Dukung Pengembangan Ekosistem Daur Ulang di Cilegon
Beritasosial.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Subholding Gas Pertamina kembali menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian lingkungan melalui program PGN Dukung Pengembangan Ekosistem Daur Ulang di Kota Cilegon. Setelah berhasil membangun sistem pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular di lingkungan perusahaan, PGN kini memperluas jangkauan dengan menggandeng komunitas di ring 1 wilayah operasi melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Hijau Nusantara. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah khususnya sampah plastik, tetapi juga menyiapkan pasar yang stabil bagi produk hasil daur ulang guna menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Komitmen pengelolaan lingkungan ini diwujudkan melalui program yang dijalankan secara kolaboratif dengan Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustaniyah Cilegon. Kolaborasi multipihak ini bertujuan untuk memperkuat rantai nilai pengelolaan sampah, mulai dari tahap pengolahan hingga pemasaran produk akhir. Melalui sinergi ini, PGN berharap dapat menciptakan ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dukungan Infrastruktur dan Peningkatan Kapasitas Produksi
Sebagai bentuk dukungan konkret, PGN menyerahkan sejumlah peralatan penting kepada Bank Sampah Al-Bustaniyah. Bantuan ini meliputi mesin pencacah (shredder), mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, sekaligus memperluas peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Dalam dua bulan terakhir, Program Rumah Hijau Nusantara berhasil mengolah 871 kilogram sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, tasbih, dan produk daur ulang lainnya.
“Dalam pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular perlu diikuti penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan sampah memiliki pasar berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon Sabri Malyudin, Kamis (30/7/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon Sabri Malyudin mengapresiasi kolaborasi yang dibangun PGN dengan berbagai pihak. Menurut dia, tantangan pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pembentukan budaya peduli lingkungan di masyarakat. Ke depan, yang perlu diperkuat adalah aspek hilirisasi. Produk hasil pengolahan sampah harus memiliki pasar sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dia melihat peluang kolaborasi dengan Dinas Koperasi untuk memperluas pemasaran produk, termasuk melalui berbagai pameran dan kegiatan daerah.
Dia berharap Program Rumah Hijau Nusantara terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kota Cilegon. Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan program ini merupakan kelanjutan berbagai inisiatif PGN dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. “Melalui program ini, PGN ingin menunjukkan bahwa sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.”
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Menurut Krisdyan, keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh terciptanya ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat. Dia berharap program ini tidak berhenti pada pemberian sarana pengolahan sampah, tetapi mampu menciptakan ekosistem dengan dampak multiplier untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Produk hasil olahan Bank Sampah Al-Bustaniyah diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk oleh PGN, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya. Editor in Chief National Geographic Indonesia Didi Kaspi Kasim mengapresiasi program Rumah Hijau ini berjalan baik dan terus berkembang. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan solusi atas persoalan sampah plastik.
(jon)
