Tak Ingin Anak Putus Sekolah di Tengah Kesulitan Ekonomi, Aleg Perindo Hadir Bantu Belasan Pelajar di Sikka

fcef30d2-7df9-4cd6-9c14-6a73e8cb1b75-0

Tak Ingin Anak Putus Sekolah: Aleg Perindo Bantu Pelajar Sikka

Beritasosial.com – Kabupaten Sikka saat ini menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang berdampak langsung pada generasi muda. Banyak orang tua di wilayah ini mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk biaya pendidikan untuk anak-anak mereka. Kondisi ini semakin berat akibat dampak efisiensi anggaran yang diturunkan dari pemerintah pusat hingga ke tingkat daerah. Marthen Luther Adji, Anggota DPRD Sikka dari Partai Perindo, menjadi salah satu sosok yang aktif merespons permasalahan ini melalui program bantuan pendidikan.

Sebagai Sekretaris Fraksi Partai Perindo di DPRD Sikka, Marthen memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menyampaikan pengalamannya setelah mengikuti Bimtek 2026 yang diselenggarakan Partai Perindo. Acara tersebut membahas berbagai aspek tugas legislatif, mulai dari fungsi pengawasan hingga pengelolaan anggaran daerah. Melalui kegiatan reses, Marthen banyak mendengar keluhan warga tentang kondisi kehidupan mereka, terutama masalah kemiskinan dan ketidakberdayaan dalam menghadapi hidup.

Saat turun reses, kami banyak mendengarkan keluhan masyarakat menyangkut kondisi kehidupan mereka, terutama masalah kemiskinan dan ketidakberdayaan dalam menghadapi hidup. Akibat efisiensi anggaran dari pusat ke daerah, masyarakat kesulitan mendapatkan akses pekerjaan. Karena tidak punya pekerjaan, mereka kesulitan menyekolahkan anak dan tingkat ekonomi mereka tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Marthen menjelaskan bahwa dampak kebijakan efisiensi juga menghambat program-program yang sudah direncanakan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Beberapa inisiatif penting tertunda pelaksanaannya. Ia menyebutkan pembangunan lima rumah layak huni dengan nilai Rp200 juta dan pemberian beasiswa untuk sepuluh penerima senilai Rp50 juta belum berjalan hingga saat ini. Hal ini tentu mempengaruhi berbagai program sosial yang seharusnya membantu masyarakat.

Kalau dari pemerintah, belum ada realisasi. Kebijakan efisiensi membuat pokok-pokok pikiran DPRD terpotong semua. Padahal, tahun ini saya telah memprogramkan pembangunan lima unit rumah layak huni dari pokir senilai Rp200 juta serta beasiswa bagi 10 orang senilai Rp50 juta, namun belum terealisasi sampai sekarang akibat alasan efisiensi dari pemerintah.

Program Anak Asuh untuk Jaga Generasi Sikka

Menghadapi situasi tersebut, Marthen mengambil langkah konkret melalui program anak asuh. Saat ini, ia menanggung pendidikan 17 anak yang terdiri dari 10 siswa sekolah dasar, lima siswa sekolah menengah pertama, dan dua siswa sekolah menengah atas. Semua biaya pendidikan, mulai dari seragam hingga alat tulis, dibayarkan langsung dari gajinya sebagai anggota DPRD melalui program Perindo Peduli Kasih. Program ini menjadi solusi bagi keluarga yang tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Keberadaan Marthen di Sikka menjadi harapan bagi banyak keluarga yang terdampak. Dengan bantuan pribadi yang ia berikan, diharapkan anak-anak tidak perlu putus sekolah meskipun kondisi ekonomi keluarga sedang sulit. Program ini juga menunjukkan komitmen Partai Perindo untuk tetap hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga generasi muda agar tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak.

Melalui berbagai inisiatif seperti ini, Marthen ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak di Sikka yang harus meninggalkan bangku sekolah karena keterbatasan ekonomi. Bantuan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi penerus daerah. Dengan dukungan program anak asuh dan berbagai kegiatan lainnya, diharapkan kualitas pendidikan di Sikka dapat terus meningkat meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *